BMI Minta Pemerintah Pecat Moeldoko Dari KSP

Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI) Farkhan Evendhi.(Foto:Istimewa)

INDONESIA98.COM(JAKARTA): 

Bintang Muda Indonesia (BMI) sebagai Organisasi sayap Partai Demokrat bereaksi keras terhadap Kongres Luar Biasa (KLB) yang dimotori Johny Allen Marbun cs dan melibatkan pihak eksternal Kepala Staff Presiden Moeldoko.

Bacaan Lainnya

” 5 Maret 2021, telah diselenggarakan Kongres Luar Biasa dengan mengatas namakan Partai Demokrat. Beberapa gelintir orang mendakwah dirinya sebagai perwakilan resmi DPD dan DPC Partai Demokrat dan menunjuk saudara Moeldoko sebagai Ketua Umumnya.

” Pristiwa ini tentu telah mencoreng mekanisme demokrasi yang sampai sejauh ini masih diakui sebagai sistem yang dianggap paling maju oleh dunia,” ucap Farkhan melalui pernyataan resminya yang diterima Indonesia98.Com, 6/3/2021.

Lanjut Farkhan bahwa rombongan Jhoni Allen, Max Sopacua, Marzuki Ali dan pihak-pihak yang ada di dalam kekuasaan sekarang, telah memaksakan diri untuk duduk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat melalui cara-cara yang memalukan.

Kehadiran Moeldoko dalam beberapa pertemuan dengan mantan kader Partai Demokrat dan beberapa Ketua DPC dan DPD Partai Demokrat adalah bukti bahwa ada pihak-pihak di luar kalangan internal Partai Demokrat yang ingin mengganggu dan terbukti telah memicu gelombang ketegangan di tubuh Partai Demokrat.

” Keterlibatan Moeldoko dalam desain KLB atas nama Partai Demokrat ini memicu pertanyaan lanjutan, mengingat posisi saudara Moeldoko sebagai Kepala Kantor Staf Presiden, apakah Negara tahu tentang persoalan ini sejak awal ? Bahwa ada stafnya yang terlibat dalam urusan transaksional KLB ini,” ucap Farkhan.

Sambung Farkhan, jika Negara tidak terlibat dalam grand design merebut paksa kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang terpilih secarah sah dalam Kongres Partai Demokrat ke V di Jakarta, maka perlu ada tindakan tegas yang ditujukan kepada anak buahnya, yakni Moeldoko.

Namun, Sampai sejauh ini, Presiden belum mengambil sikap.

” Apa yang dilakukan oleh Moeldoko dalam kasus Partai Demokrat, juga kasus kasus yang dilakukannya sebelum ini, perlu disikapi dengan serius, mengingat iklim demokrasi kita telah menjadi darurat karena ulahnya,” ungkap Farkhan lagi.

Menurutnya KLB yang diselenggarakan di Deli Serdang, Sumatra Utara, adalah bentuk penghinaan kepada seluruh kader aktif dan simpatisan Partai Demokrat di seluruh Indonesia yang telah dan sedang berjuang merapatkan barisan dan memperkokoh kekuatan.

Fakta memalukan lainya, yang dilakukan oleh rombongan KLB ini adalah pemukulan terhadap kader Bintang Muda Indonesia yang ingin masuk ke dalam acara pertemuan, namun dihadang dan dipukul oleh oknum-oknum KLB di Deli Serdang.

Dari situasi tersebut, betapa direndahkannnya nilai-nilai luhur musyawarah dan demokrasi oleh mereka yang haus akan kekuasaan dan menggunakan politik dengan cara-cara kotor.

” Maka atas nama fakta dan hati nurani, kami kader Bintang Muda Indonesia, Orsap garda terdepan Partai Demokrat, menuntut; Pemerintah harus mengambil sikap atas kegaduhan ini dengan memecat Moeldoko dari KSP, Anulir hasil KLB dan turunannya karena inkonstitusional dan tindak tegas pelaku kekerasan terhadap kader Bintang Muda Indonesia di Deli Serdang, Sumatra Utara,” kata Farkhan.(Moj/I98)