INDONESIA98.COM, BEKASI – Viral di media sosial warga Bekasi ramai melakukan scan atau pemindaian retina mata lalu dibayar dengan uang ratusan ribu. Dari foto yang tersebar di media sosial, terlihat warga mengantre di depan ruko bertuliskan “World” yang berlokasi di Grand Boulevard, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupeten Bekasi.
Seorang warga Kota Bekasi, Dewi mengaku telah menjual data retina mata ke Worldcoin. Dewi mengatakan bahwa dirinya mengetahui adanya informasi jual-beli biometrik retina mata dari putranya.
Dari informasi awal tersebut, keduanya akhirnya mendaftarkan diri melalui aplikasi World App. Proses pendaftaran pun terbilang mudah tanpa harus memasukkan nomor identitas kependudukan.
“Enggak dimintai KTP, cuma nama, tanggal lahir, dan lainnya,” kata Meri saat ditemui di depan ruko WorldID di Narogong, Senin (5/5).
Dewi menceritakan proses pendaftaran Worldcoin cukup mudah. Mulanya ia datang ke ruko tersebut dan diminta mengunduh World App, kemudian ia diminta menonton sebuah video. Setelah selesai, Dewi diminta melakukan pemindaian retinanya. Tak lama setelah itu, ia pun menerima uang senilai ratusan ribu rupiah.
Saat itu, ia masih bertanya-tanya mengapa hanya dengan memindahkan biometrik retina mata bisa mendapatkan uang ratusan rupiah. Karena penasaran, Dewi akhirnya mengonfirmasi asal muasal uang tersebut kepada seorang pekerja Worldcoin sebelum memindahkan retina matanya.
“Saya bertanya juga, sebenarnya duit apa? Saya nanya gitu, ‘Ini Bu, ini duit dari Rusia, jadi Rusia ingin berbagi ke masyarakat mana saja’. Bilangnya cuma untuk berbagi,” ujar Dewi.
Diketahui, Program tersebut merupakan layanan digital dari Worldcoin, yaitu proyek mata uang kripto yang didirikan oleh Sam Altman, CEO dari OpenAI dan rekan-rekannya. Layanan ini meminta seseorang untuk memindai bola mata mereka di sebuah perangkat bernama “Orb”, lalu peserta akan mendapatkan kode unik bernama World ID dan token Worldcoin (WLD) yang bisa dikonversikan menjadi uang tunai.
Namun, hal ini menimbulkan kontroversi, sebab, pemindaian hingga perekaman retina mata, yang termasuk data biometrik, sangat sensitif dan berbahaya jika bocor. Kabar terbaru, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membekukan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) layanan Worldcoin dan WorldID guna menjamin keamanan ruang digital. (au)




