INDONESIA98.COM, NABIRE – Satuan Tugas (Satgas) Habema TNI berhasil menembak mati 18 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kerap membuat onar dan meneror masyarakat di Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah pada hari Rabu, (14/5) kemarin.
Operasi berlangsung sejak pukul 04.00 hingga 05.00 WIT, dengan menyasar Kampung Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.
Kelompok bersenjata OPM yang berhasil dilumpuhkan TNI di Distrik Sugapa diketahui kerap menebarkan ketakutan dan menyebarkan propaganda kepada masyarakat Papua bahwa TNI-Polri, termasuk warga pendatang di Papua akan merebut kekayaan alam di Papua.
Dalam keterangannya kepada media, Dansatgas Media Koops TNI Habema Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono menegaskan bahwa operasi ini menunjukkan keseriusan TNI dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Tengah.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen TNI untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat Papua dari ancaman teror bersenjata,” ungkapnya Rabu (14/5).
TNI juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata organik AK-47, satu senjata rakitan, puluhan butir munisi, busur dan anak panah, serta bendera Bintang Kejora dan alat komunikasi.
“Sebanyak 18 anggota OPM tewas dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata organik AK-47, satu senjata rakitan, puluhan butir munisi, busur dan anak panah, serta bendera Bintang Kejora dan alat komunikasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/5).
Sementara itu, Kepala Suku Kampung Sugapa, Bapak Melianus Wandegau, mengungkapkan bahwa masyarakat telah disesatkan oleh propaganda OPM
“Kami dijanjikan kesejahteraan oleh mereka (OPM), namun kenyataannya kami hanya dijadikan alat dan pelindung dari serangan. Warga dijadikan tameng untuk melawan TNI,” ujarnya.
Di tempat terpisah Kapuspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan bahwa keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata komitmen TNI menjaga rasa aman di Papua.
“TNI tetap mengedepankan pendekatan humanis, dialogis, dan profesional dalam setiap kegiatan, serta berkomitmen untuk melindungi hak hidup damai seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Papua. TNI tetap akan menerima dengan tangan terbuka apabila anggota gerombolan OPM ada yang menyadari kesalahannya dan berniat kembali ke pangkuan Ibu pertiwi,” ungkap Kapuspen TNI di Jakarta Kamis (15/5). (rp)






