INDONESIA98.COM, JAKARTA – Katy Perry kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, bukan karena karyanya tapi karena ia mencatatkan sejarah tersendiri. Katy Perry menjadi salah satu dari kru roket Blue Origin yang terbang ke tepian luar angkasa.
Katy Perry bersama lima perempuan lainnya berhasil ke luar angkasa dan kembali dengan selamat pada Senin (14/4). Keenam perempuan tersebut berhasil menyelesaikan misi bernama NS-31, yang merupakan penerbangan manusia ke-11 bagi Blue Origin, perusahaan milik Jeff Bezos.
Penerbangan itu berlangsung sekitar 11 menit dan menempuh jarak 100 kilometer di atas Bumi, menurut Blue Origin.
Mereka yang ikut meluncur ke antariksa yakni penyanyi Katy Perry, insinyur penerbangan Aisha Bowe, aktivis Amanda Nguyen, pembawa acara CBS Mornings Gayle King, produser film Kerianne Flynn, dan mantan presenter Lauren Sanchez yang juga merupakan tunangan Bezos.
Mereka meluncur menggunakan wahana antariksa New Shepard tepat pada pukul 8.30 pagi waktu setempat. Misi ini diluncurkan dari lokasi peluncuran Blue Origin di Texas Barat, sekitar 48 kilometer di sebelah utara Van Horn.
Pesawat ini meluncur melewati garis Karman, 100 km di atas bumi, yang oleh beberapa pakar dianggap ambang batas luar angkasa.
Garis Karman adalah sebuah garis imajiner yang menandai batas antara atmosfer Bumi dan luar angaksa, dengan ketinggian 100 km dari permukaan laut. Garis ini dinamai berdasarkan Theodore von Karman, seorang insinyur dan fisikawan.
Perjalanan keenam perempuan itu berlangsung singkat. Kapsul kru New Shepard mendarat dengan parasut sekitar 11 menit setelah peluncuran.
Setelah mendarat di Bumi, Katy Perry kedapatan langsung sujud dan mencium tanah setelah keluar dari kapsul pendaratan.
“Bumi begitu sunyi namun juga sangat hidup. Kita semua berada di sini bersama-sama, dan sebagian terhubung. Hal ini membuat saya ingin memeluk semua orang,” kata Katy.
Perjalanan keenam perempuan itu juga masuk dalam buku sejarah. Pasalnya, misi NS-31 menjadi penerbangan antariksa pertama yang semuanya perempuan sejak 16 Juni 1963, ketika Valentina Tereshkova dari Uni Soviet terbang dalam perjalanan solo selama tiga hari ke orbit Bumi. (au)



