INDONESIA98.COM, CIREBON – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Cirebon tetap membuka Rumah Aman meski tak diberi anggaran dan tak digaji,. Hal itu diungkapkan Ketua KPAID Cirebon, Fifi Sofiah atau yang akrab disapa Bunda Fifi, Rabu (28/5) kemarin pasca mengisi materi pendidikan barak pelajar.
“Dana pribadi, saya niatkan bentuk rasa tanggung jawab saya ingin memberikan kepada masyarakat yang terbaik,” ucap Bunda Fifi.
Semua fasilitas untuk anak yang masuk Rumah Aman itu, disediakan oleh pihak KPAID Cirebon. Dan kabar gembiranya, semua fasilitas untuk anak di Rumah Aman itu sifatnya free alias gratis, tidak dipungut biaya apapun. KPAID Cirebon sendiri melayani pengaduan untuk wilayah se-Ciayumajakuning.
“Seluruh kebutuhan dari mulai makan, minum, snack hingga kebersihan kami kelola secara mandiri atau memakai uang pribadi,” katanya.
Kondisi saat ini, lanjut Bunda Fifi, di Rumah Aman KPAID Cirebon ada sekitar 12 anak yang masih dalam perlindungan KPAID. Mereka yang masih tinggal di Rumah Aman ini kasusnya beragam, apa yang tidak punya tempat tinggal, anak bermasalah dengan hukum hingga korban seksual.
“Kan KPAID ini berhubungan langsung di masyarakat, tau langsung, menerima pengaduan 24 jam, sekaligus kalo ada anak yang perlu pendampingan, tempat nyaman, ada Rumah Aman,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Polri, sinergitas TNI yang sama-sama turun langsung ke masyarakat untuk meminimalisir kasus anak.
“Kami apresiasi untuk Polisi dan TNI yang memberikan dukungan terhadap rumah aman KPAID Cirebon. Selain itu, kepolisian juga cepat tanggap dalam menangani anak-anak yang berhadapan dengan hukum,” tuturnya. (rp)



