Polsek Kayangan Diserang Warga, Imbas ASN Bunuh Diri Karena Dituduh Mencuri

Kondisi Polsek Kayangan Setelah Penyerangan Oleh Warga (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, LOMBOK – Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, diserang warga pada Senin (17/3) malam.

Sesaat sebelum salat tarawih, warga sudah berkumpul di depan Polsek Kayangan mencari penyidik yang mengintrogasi seorang warga atas dugaan kasus pencurian HP.

Bacaan Lainnya

Tidak berselang lama, secara spontan massa berteriak dan menyulut emosi semakin berkobar. Warga melempar kaca dan pintu Polsek dengan batu dan kayu, memecah kaca, warga juga membakar sejumlah material termasuk dua unit sepeda motor.

Insiden ini diduga dipicu oleh kematian seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial RW yang bunuh diri setelah diduga mengalami tekanan mental akibat kasus pencurian yang menimpanya. Ia sempat diperiksa di kantor polisi karena dituduh mencuri sebuah ponsel milik penjaga toko modern di Kecamatan Kayangan.

“Anak kami tidak bunuh diri, tapi dibunuh mentalnya oleh oknum aparat itu,” ujar ayah korban, Nasruddin, Senin (17/3) malam.

Menurut Nasruddin, kasus dugaan pencurian itu sebenarnya telah diselesaikan melalui jalur damai. Kedua belah pihak telah menandatangani surat perjanjian bermaterai, serta keluarga RW telah menyerahkan uang Rp 2 juta sebagai bentuk perdamaian.

Namun, setelah perjanjian itu, seorang oknum polisi diduga terus menekan RW dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara dan denda Rp 90 juta.

“Saya pikir ini yang mengakibatkan anak saya bunuh diri, karena depresi dengan tekanan oleh oknum aparat ini. Almarhum sering dihubungi lewat telepon,” tutur Nasruddin.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, menjelaskan bahwa aksi massa dipicu oleh kesalahpahaman informasi yang beredar di masyarakat terkait penanganan kasus pencurian di Polsek Kayangan.

“Tadi malam kurang lebih jam 18.40 WITA terjadi aksi massa ke Polsek Kayangan dari masyarakat Desa Sesait diduga dipicu adanya kesalahpahaman informasi yang beredar di masyarakat hingga terkait dengan perkara yang ditangani oleh Polsek Kayangan,” ujar Agus, Selasa (18/3).

Akibat aksi massa, sejumlah fasilitas Polsek Kayangan mengalami kerusakan di antaranya dua unit sepeda motor dinas, satu unit komputer, laptop, pagar polsek, dan beberapa bagian dan kacanya pecah. (au)