Langka! Orangutan Kalimantan Terlihat Sedang Memancing Dengan Tombak

by indonesia98

INDONESIA98.COM (MEDAN) – Orangutan termasuk salah satu hewan primata yang dilindungi dan menjadi sorotan dunia karena keberadaannya yang semakin langka. Hewan ini dinilai memiliki kecerdasan yang hampir menyamai manusia, karena memiliki kemiripan DNA dengan manusia hingga 97%. Bahkan, sudah banyak ilmuwan yang telah meneliti kecerdasan hewan primata ini.

Dilansir via Healthy Food House, seorang fotografer berhasil menangkap momen langka saat seekor orangtuan terlihat sedang menggunakan alat tombak untuk memancing di Sungai Gohong, yaitu di kawasan Pulau Kaja, Kalimantan. Orangutan itu kelihatannya sedang mencoba mempelajari keterampilan tersebut setelah melihat banyaknya penduduk setempat yang melakukan hal serupa saat mencari ikan di Sungai Gohong.

Foto itu kemudian diterbitkan dalam buku yang berjudul Thinkers of the Jungle: The Orangutan Report by Schuster, Smits, and Ullal, di tahun 2008, dengan deskripsi sebagai berikut.

“… Seekor orangutan jantan, yang berpegangan erat pada cabang-cabang yang menjorok, menghantam air dengan sebuah tongkat, berusaha mati-matian untuk menombak ikan yang lewat… Citra luar biasa, sebuah dunia yang eksklusif, diambil di Kalimantan di Pulau Kaja….. Orangutan ini telah melihat penduduk setempat memancing dengan tombak di Sungai Gohong.

Meskipun metode ini membutuhkan banyak keterampilan untuk dikuasai, ia dapat berimprovisasi dengan menggunakan tongkat untuk menangkap ikan yang sudah terperangkap di tali pancing penduduk setempat.” Tulis buku tersebut.

Namun, perlu diketahui bahwa sebenarnya kera itu bukanlah sedang menangkap ikan. Orangutan tersebut ternyata diketahui hanya memakan buah-buahan, bunga, daun dan serangga saja.

Selain itu, sebuah studi yang dilakukan di Harvard pada tahun 2013 menemukan bahwa kera tidak memiliki fitur anatomi yang diperlukan untuk melakukan gerakan dengan kecepatan tinggi. Dan ini adalah bukti kalau orangutan tidak menguasai teknik spearfishing.

Antropolog Birute Galdikas adalah orang pertama yang mengamati perilaku penggunaan alat pada orangutan liar Borneo di Taman Nasional Tanjung Puting pada tahun 1982.

Pada 1994, ketika bekerja di Taman Nasional Gunung Leuser, di barat laut Sumatra, Carel Van Schaik memerhatikan orangutan sedang mengembangkan alat untuk membantu mereka makan. (Red)

Baca Juga