Dinilai Serius Tangani Corona, Netizen Trendingkan #EdyBerani

by indonesia98

“Jika saya yang meninggal, banyak orang yang mau jadi Gubernur, tapi jika dokter yang meninggal, saya harus menunggu bertahun-tahun lagi untuk mencari gantinya,”

Itulah sekilas petikan kata yang spontan terucap dari seorang Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, saat meninjau kesiapan Rumah Sakit Martha Friska, Jl. Multatuli, Medan yang memang disiapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan khusus COVID-19 di Medan. Tanpa disangka, ucapan tulus mantan Pangkostrad itu menjadi viral dimana-mana, khususnya di media sosial, seperti Instagram, Twitter dan Facebook. Beberapa media ramai mengutip statemen tersebut, dan ada beberapa yang menjadikannya gambar quotes khusus untuk memotivasi para tenaga medis di garda terdepan penanganan COVID-19.

Tak ayal, simpati masyarakat pun tak terbendung mengalir kepada sosok Edy Rahmayadi. Berawal dari tweet Ustadz KH. Tengku Zulkarnain di Twitter, beliau lantas memposisikan Edy Rahmayadi sebagai bintang NKRI bersama dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Tak berlebihan memang, selama ini, kedua kepala daerah ini dinilai masyarakat sangat sigap menangani pandemi COVID-19 di daerahnya masing-masing, bahkan ikut terjun langsung memantau situasi di lapangan. Publik melihat, upaya keduanya dalam menangani COVID-19 terlihat tulus dan apa adanya.

“Dua Orang Gubernur yg Mati Matian Memerangi Wabah Covid 19 di NKRI.
Yg Satu Intelektual Adem, di Jakarta. Dan yg Satu Letnan Jendral TNI(Purn), Mantan Pangkostrad, Tegas Berwibawa, di Sumatera Utara. Dua Bintang NKRI yg Luar Biasa Bersinar tanpa Pencitraan.
Semoga Allah Lindungi,” tulis KH. Tengku Zulkarnain melalui akun twitter pribadinya, @ustadtengkuzul.

Tweet inipun kemudian memantik lebih banyak simpati netizen kepada Edy Rahmayadi, terlebih lagi saat akun pribadi @RahmayadiEdy menuliskan tweet yang dikhususkan kepada para tenaga medis saat dirinya berkunjung ke RSUD Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, baru-baru ini.

“Doa kami selalu menyertai kalian, para tenaga medis, pahlawan kami saat ini di garda terdepan penanganan COVID-19..Saya sangat memahami, betapa sulitnya perjuangan yang kalian hadapi saat ini. Tapi yakinlah, kedepannya, sejarah akan mencatat nama-nama kalian,” tulis Edy Rahmayadi di akun twitter pribadinya, disertai foto-foto kunjungannya ke RSUD Gunungsitoli.

Tweet inipun kemudian menjadi salah satu tweet populer yang ikut memancing hashtag #EdyBerani menjadi trending topic di Twitter. Beberapa netizen kemudian memberikan beragam reaksi positif sebagai bentuk dukungan mereka kepada Gubernur Sumatera Utara itu.

“Do’a salahsatu bentuk apresiasi berharga bagi para tenaga medis & pejuang melawan covid-19,… begini seharusnya pemimpin,” tulis akun @SalmanRizqi5 membalas tweet tersebut.

“Seperti yang Bapak bilang jika Bapak yang pergi banyak gantinya, jika dokter yang pergi nunggu adik adiknya lulus dulu. Tapi pak, pemimpin yang baik, amanah dan bertanggung jawab itu tidak setiap hari lahirnya. Jadi pak jaga kesehatan, rakyat mendoakan yg terbaik,” tulis akun @RangkutyAurell.

“Netes air mata baca tulisan bpk edy” tulis akun @Iza62724702.

Terlepas dari hashtag ini akhirnya mengarah ada dukungan netizen hingga ke Pilpres 2024, namun secara tegas, Edy Rahmayadi menyatakan bahwa dirinya tidak ada niat apapun untuk maju, pernyataan itu sudah berulangkali disampaikan beliau, meskipun banyak masyarakat yang mendorongnya. Edy Rahmayadi, seperti yang kita tahu, hanya memiliki niat tulus mengabdi untuk negeri ini, khususnya kepada rakyat Sumatera Utara yang sangat dicintainya, bukan demi popularitas, apalagi politik pencitraan. (Red)

Baca Juga