Antisipasi Penusukan Ulama Terjadi Di Sumut, Lintas Exponen 98 Bentuk Lembaga Bantuan Hukum

by indonesia98

Indonesia98.Com (Sumut): Terjadinya peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber baru baru ini mendapat tanggapan dari Lintas Exponen 98 Sumut yang menduga adanya upaya terstruktur dan terorganisir dari pihak pihak tertentu yang ingin membenturkan umat serta menciptakan suasana keruh dengan memancing kemarahan umat islam di negeri ini.

” Untuk mengantispasi kemungkinan terjadinya hal serupa di Sumatera Utara, Lintas Exponen 98 membentuk Lembaga Bantuan Hukum Lintas Exponen 98 yang anggotanya berasal dari praktisi Hukum Lintas Exponen 98 dari berbagai elemen Perguruan Tinggi di Sumut’, sebut R.Khairil Chaniago selaku Ketua Presidium Lintas Exponen 98 Sumut melalui keterangan resminya yg diterima Indonesia98.com, 14/9/2020.

Ditambahkan Khairil, tujuan dibentuknya lembaga dimaksud untuk melakukan Advokasi Litigasi dan Non Litigasi secara aktif, terhadap indikasi-indikasi upaya kriminalisasi dan upaya provokasi terhadap ulama.

” Penusukan terhadap Syekh Ali Jabber telah membuka mata kami, bahwa perlu ada perhatian khusus secara hukum agar hal-hal yang sama atau sejenisnya dapat diantisipasi agar tidak mudah terulang kembali”ungkap Khairil.

” Langkah pembentukan Tim Advokasi ini sebagai langkah preventif dan antisipatif terhadap kemungkinan peristiwa di Lampung bila terjadi di Sumatera Utara, dan kami ingin hadir untuk menjadi salah satu benteng yang melindungi para Ulama dalam kerangka penanganan hukum”, ungkap Ariffani SH,MH selaku Koordinator LBH Lintas Eksponen 98.

Diungkapkan Ariffani, bahwa Kami menduga, peristwa ini tidak berdiri sendiri, kesan terstruktur dan terorganisir terlihat jelas saat pelaku masuk dari pintu gerbang lokasi kegiatan, kemudian berlari menuju podium dan langsung menusuk Syekh Ali Jabber yang sedang memberikan tausyah dengan pisau yang telah dipersiapkan.

” Jadi sulit diterima dengan akal sehat jika kejadian penusukan ini berjalan tunggal, dugaan kami ada keterlibatan pihak lain yang menyuruh pelaku untuk melakukan hal itu”, kata R.Khairil menegaskan.

Lintas Exponen 98 Sumut melalui Lembaga Bantuan Hukum yg terbentuk melakukan monitoring kinerja aparat Kepolisian di dalam menangani kasus ini secara tuntas, mendalam dan tanpa ada yang di tutup-tutupi.

“Lintas Exponen 98 sebagai sebuah wadah para aktivis pada masa Reformasi 98, melihat geliat Kriminaliasi dan upaya untuk memprovokasi Ulama dan Umat Islam ini di sinyalir punya motif dan tujuan tertentu”, sebut Khairil.

Khairil menduga ada skenario  besar dibalik peristiwa Lampung untuk memancing kemarahan umat Islam secara massal, lalu muncul kerusuhan sosial dan akhirnya para ulama atau pemimpin agama yang selama ini dianggap vokal menyuarakan keadilan dan kebathilan di negara ini akan mudah dituduh sebagai dalang yang menggangu stabilitas nasional

Disampaikan Tengku Yan Fauzi bahwa Kehadiran Lembaga Bantuan Hukum Lintas Exponen 98 ini, disamping sebagai lembaga hukum yang mendukung penegakan amar ma`ruf nahi mungkar, juga kedepannya turut pula berpartisipasi dalam penanganan hukum bagi rakyat lemah dan tertindas dalam memperoleh keadilan, karena sejak reformasi bergulir hingga saat ini, persoalan keadilan dan hukum masih belum berjalan sebagaimana yang dicita-citakan oleh Gerakan Reformasi.

“Keberpihakan penegakan hukum terhadap rakyat kecil dan tertindas masih berjalan sangat pelan, lamban bahkan cenderung menunjukkan ketidak adilan dan hal ini tentu menjadi perhatian kami”, sambung Tengku Yan Fauzi Sekretaris Presidium Lintas Exponen 98.

Baca Juga