Terkelin Brahmana Dukung Petani Karo Menuju Ibu Kota Baru RI Di Kalimantan Timur

by indonesia98

INDONESIA98.COM(Karo): Dukungan dinyatakannya Bupati Karo saat menerima kunjungan Heben Heser Ginting Amd, SE selaku penggagas dan eksekutor Program dari YRKA (Yayasan Rajutan Kasih Abadi), diruangan Bupati, Kamis, 19/10/2020. Dalam kunjungan itu Heben Heser Ginting didampingi Benson Kaban yang juga tokoh pemuda Karo.

Dihadapan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, MH, Heben menyampaikan rencana sekaligus gerakan mengajak warga Taneh Karo menuju Kalimantan Timur, yang memiliki proyeksi jangka panjang. Dengan mengawalinya sebagai petani di Kalimantan Timur.

” Sebagai petani yang akan mensuplai kebutuhan pangan Kalimantan Timur dan persiapan sebagai Ibu Kota Baru Republik Indonesia,” sebut Heben selaku Ketua Umum RPK 007 For Jokowi (RPK007 Center).

Heben, aktif sebagai Relawan Gunung Sinabung sejak tahun 2012, menjelaskan, luas lahan produktif-lahan pertanian-di Karo jika dibagikan dengan jumlah penduduk adalah 0.4 Ha Per KK.

” Banyak penduduk di kabupaten Karo sudah tidak punya Tanah, Petani Tak Bertanah. Kepemilikan tanah berkurang dan habis karena pembagian secara kultur di keluarga, misal awalnya tanah keluarga di tahun 60-an, luasnya 4 Ha, ada anak laki-laki 4, ditahun 90-an mereka berbagi warisan, masing-masing sisa 1 Ha per KK, ditahun 2020, rata-rata mereka punya anak 2-3 orang sudah dibawah setengah hektar, tidak jarang, agar adil karena tidak terbagikan, tanah tersebut sering kali harus dijual,” ungkap Heben, yang juga aktif dalam penyuluhan narkoba dan relawan Gunung Sinabung melalui Yayasan Rajutan Kasih Abadi (YRKA).

Lebih jauh Heben menguraikan bahwa untuk saat ini, jika seorang keluarga memiliki 3 orang anak maka 2 orang merantau, hanya 1 orang yang tinggal di Karo, jika tidak, ini akan muncul persoalan baru untuk jangka panjang.

Potensi sumber daya manusia di kabupaten Karo sebagai petani cukup baik, ini menjadi modal utama bagi warga Karo untuk memulai usaha pertanian, masyarakat Karo sudah menjadi petani turun-temurun.

” Perpindahan ke Kalimantan Timur sebagai petani adalah sebuah pilihan baik untuk saat ini, masa depan ada sana di Ibu Kota Baru RI. Sebagai petani, anak-anak petani nantinya bisa jadi pedagang dan usaha lainnya serta bisa menikmati pendidikan karena terbiayai dari hasil bertani.

Lanjutnya lagi, kebutuhan pangan Kalimantan Timur saat ini masih tergantung dengan daerah luar, khususnya dari pulau Jawa. Harga sayur-mayur, buah dan bahan pangan lainnya relatif sangat tinggi, sisi lain harga tanah masih sangat murah dan masih banyak belum diolah menjadi areal pertanian, mayoritas lahan dikembangkan menjadi kebun kelapa sawit.

” Yang tidak ada di Kalimantan Timur dan itu ada di kabupaten Karo adalah Sumber Daya Manusia nya dalam mengolah tanah menjadi lahan pertanian menjadi produktif,” sebut Heben.

Dengan berjalannya program ini, konsep gotong-royong sebagai konsep bermasyarakat di Taneh Karo bisa diterapkan kembali, dengan adanya saling bantu antara keluarga yang tinggal di Kalimantan Timur dan Taneh Karo.

Heben Heser Ginting memiliki latar belakang sebagai pengusaha penambang batu-bara di Kalimantan Timur dan usaha property di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Lampung. Ia juga memiliki lahan ratusan hektar di Kalimantan Timur yang sudah dipersiapkan menjadi percontohan untuk memulai program ini.

YRKA Pelaksana Program di Kalimantan Timur

Pelaksana Program di Kalimantan Timur adalah Yayasan Rajutan Kasih Abadi (YRKA), termasuk memfasilitasi Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, MH bertemu dengan Gubernur Kalimantan Timur, dan Bupati Kutai Kartanegara, dan YRKA juga bertugas menarik dukungan dari lintas Kementerian terkait, karena ini menyangkut Program Ketahanan Pangan Nasional dan ikut serta mensukseskan program nasional persiapan Ibu Kota Baru RI.

Kehadiran Heben Heser Ginting dan Benson Kaban disambut baik Terkelin Brahmana dan beliau sangat antusias membincangkan pemaparan program Transmigrasi Petani Karo menuju Ibu Kota Baru  dan Terkelin langsung mengarahkan dinas terkait untuk segera menindaklanjutinya dengan meminta draf Rencana Program tersebut secara lengkap.

” Secepatnya kita tugaskan Kabag Otda Pemkab Karo untuk membuat draft Memory Of Understanding (MoU)) agar sesuai dengan harapan masyarakat Karo, dan dikoordinir Yayasan Rajutan Kasih Abadi (YRKA),” tegas Terkelin.

Ketiganya berharap gagasan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat Karo, pemerintah pusat dan instansi lainnya.

” Gagasan dan gerakan ini merupakan kontribusi nyata masyarakat dan petani Karo  dalam membangun ibu kota baru RI di Kalimantan Timur sebagaimana menjadi kebijakan Presiden Joko Widodo,” ungkap Benson Kaban. (bk)

Baca Juga