INDONESIA98.COM(Medan):Ketua Galang Kemajuan Jokowi Benson Kaban menilai Bobby Nasution – Aulia Rachman lebih unggul dari Akhyar Nasution – Salman Alfarisi dalam debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada putaran ketiga(terakhir) di Hotel Grand Aston Medan, Sabtu (5/12/2020).
Debat putaran ke-3 merupakan debat terakhir yang digelar oleh KPU kota Medan yang disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional Metro TV.
Penilaian Benson dari debat terakhir paslon walikota Medan, tampak kepanikan dari paslon 01, dengan menyalahkan Banjir Bandang adalah kesalahan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi.
” Harusnya paslon 01 mengakui kelemahan Pemko Medan yang selama ini gagal dalam menata kota Medan. Idealnya paslon 01 sebagai petahana menunjukkan keterbatasan yang ada terlebih dahulu, kemudian memaparkan program sebagai jawaban atas situasi yang ada. Tidak harus langsung berdalih dan buang badan, tanpa memikirkan hati rakyat yang terdampak,” kata Benson Kaban kepada Indonesia98.Com melalui WhatsApp, Minggu, 6/12/2020.
Lagian sosok seperti Akhyar-Salman menurut anggapannya terlalu lemah dan konservatif dalam menghadapi persoalan kota Medan yang kompleks.
” Akhyar sebagai petahana saya duga tidak memiliki kapasitas sebagai walikota untuk membenahi Kota Medan, tambah lagi wakilnya yang juga tidak bisa menutupi kelemahan Ahkyar. Salman tampak lebih matang dan memiliki karakter, sangat kentara sebagai kader Partai,” tegasnya lagi.
Kesan Benson, majunya Akhyar hanya sebagai ajang cari panggung untuk mempertahankan eksistensinya sebagai tokoh masyarakat. Popularitasnya bisa saja naik, tapi kasian rakyat kota Medan.
Melihat kelemahan ini, maka sejak Bobby Nasution mencalonkan diri, GKJ Sumut langsung merespon dengan baik. ” Rencana BN untuk maju walikota Medan bukan hal baru, sudah sejak 3 tahun lalu, banyak relawan sudah meminta nya untuk maju menjadi calon Walikota, salah satu nya GKJ Sumut,” sebut Benson.
” Jadi jangan didramatisir, ini karena oligarki, tidak pengalaman dan sebagainya. Yang pasti Walikota Medan jauh lebih baik dengan anak muda, jika Medan ingin berubah,” ungkapnya.
” Dengan tenaga dan pikiran anak muda, perubahan dapat terjadi dikota Medan. Dalam hal ini Akhyar-Salman bercorak konservatif,” ujarnya.
Lanjut Benson bahwa kekompakan antara pasangan calon 01 (Akhyar-Salman) sangat diragukan jika kelak terpilih pun nantinya.
” Sangat kentara perbedaan diantara keduanya, nampak jelas hanya kepentingan kompromi elit kekuasaan untuk menyatukan kedua orang ini,” urai Benson singkat.(Ah)
Lebih jauh lagi diceritakan Benson Kaban kepada Indonesia98.Com melalui Whatsappnya, pengalaman pribadinya, awalnya ia sangat berharap adanya perubahan kebijakan yang lebih baik lagi di tangan Akhyar, saat Eldin sebagai Walikota Medan di tangkap KPK beberapa waktu yang lalu.
” Secara pribadi, besar harapan setelah Akhyar duduk mengantikan Eldin yang tersangkut masalah hukum oleh KPK,” jelas Benson.
” Dulupun saat beliau maju sebagai wakil walikota Medan, beberapa aktifis mendukung beliau, termasuk saya,” kenang Benson.
Namun simpatik Benson hilang tatkala Akhyar Nasution memecat Rusdi Sinuraya, sebagai Dirut PD pasar Kota Medan.
Sosok Rusdi Sinuraya yang banyak melakukan perubahan di PD Pasar, termasuk memberikan izin berjualan kepada pedagang ikan dan nelayan asal Belawan dan Medan Labuhan dengan gratis selama 6 bulan.
” Sangat disayangkan, beliau langsung diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas. Dalam hal ini Akhyar Nasution nampak telak melakukan kesalahaan jabatan dengan memecat Direksi PD Pasar Rusdi Sinuraya, Yhoni Anwar dan Arifin Rambe. Sementara, saat itu Akhyar masih berstatus Plt. Walikota Medan,” kesal Benson.
Ada lagi yang diceritakan Benson, secara pribadi ia ada kontak Akhyar melalui media sosial perihal pengembangan usaha pasar, tapi tidak direspon. Akhirnya dengan tertatih-tatih usaha di pasar Induk, saya jalankan sendiri, dengan modal sendiri.
Padahal jelaskan Benson, itu pasar milik Pemko Medan tempat usaha pasar Ikan dan daging hingga saat ini.
” Ini sebagai pengalaman pribadi saja, bukan asal-asalan saja saya tidak dukung Paslon 01. Bukan mau kampanye, lagipula saya tidak terdaftar sebagai tim kampanye 02 Bobby-Aulia. Yang saya sampaikan murni pengalaman pribadi saya,” jelas Benson mengakhiri.(Moj)



