Kampus Internasional UINSU Diresmikan, Tangkal Paham Radikalisme

Kampus IV UINSU Jalan Lapangan Golf, Desa Tuntungan II, Kecamatan PancurBatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia, Kamis (25/02/2021).

INDONESIA98.COM (MEDAN):Sekjen Kemenag RI Prof Dr Nizar Ali MAg meresmikan Kampus IV UINSU berlokasi di Jalan Lapangan Golf, Desa Tuntungan II, Kecamatan PancurBatu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia, Kamis (25/02/2021).

Hadir dalam peresmian Kampus IV UINSU tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi, Wagubsu sekaligus mewakili Pengusaha Sukses H Anief, Rektor UINSU Prof Dr Syahrin Harahap MA, tokoh masyarakat di Sumatera Utara dan seluruh sivitas akademika UINSU.

Bacaan Lainnya

Kampus Megah Bertarap internasional berarsitektur corak bangunan Eropa dan Timur Tengah tersebut di bangun dan selesai di masa Rektor UINSU Prof Dr Saidurrahman, M.Ag dalam rangka mempersiapkan UINSU menuju World Class University dan di resmikan di era Rektor yang baru Prof.Dr Sahrin Harahap, MA.

” Salah satu indikator kesiapan UINSU menyongsong era modernisasi dan persiapan menuju World Clas University adalah dengan membangun Kampus UINSU bertaraf internasional di Tuntungan sebagai bukti komitmen mewujudkan visi UINSU, sebagai Kampus berskala internasional”, ujar Prof Saidurrahman,Medan, Kamis (25/2).

Prof Said melanjutkan kampus megah bertarap internasional ini merupakan mimpi umat Islam Sumatera Utara

“ Kampus bertarap internasional ini merupakan mimpi besar civitas akademika UINSU dan umat Islam Sumatera Utara. kampus ini merupakan perpaduan kecerdasan akademik berbanding lurus dengan kecerdasan spiritual sebagai implementasi insan akademis yang mengabdi pada kemajuan Bangsa dan Negara,” katanya.

Selain membangun Kampus megah, Prof Saidurrahman mengatakan UINSU juga membangun Ma’had Jami’ah dalam rangka menangkal radikalisme di Kampus.

” Ada dua hal yang dilakukan dalam menjaga masuknya paham radikal di UINSU yaitu penelitian dan penerbitan buku tentang bahaya radikalisme dan terorisme, kemudian kedua membangun ma’had jami’ah (pesantren kampus). Saat ini, sudah ada 377 unit ma’had jami’ah di UIN Sumut. Pada 2020 ma’had jami’ah sudah bisa menampung 7 ribu mahasiwa UIN Sumut,”ungkapnya.

Said menjelaskan Ma’had merupakan kawah candramuka mahasiswa baru untuk menanamkan cinta tanah air.

“Ma’had menjadi kawah candradimuka mahasiswa. Setahun pertama diajarkan tentang doktrin tauhid dan cinta NKRI. Mahasiswa diajarkan menjadi warga negara yang baik sekaligus hamba Tuhan dan khalifah-Nya,” tandasnya.(Rel/I98)