Indonesia98.com, Jakarta – Seorang pengemudi menabrakkan truk pickupnya ke kerumunan orang yang sedang merayakan Tahun Baru di French Quarter, New Orleans, dan melepaskan tembakan menewaskan 15 orang dan melukai lebih dari 35 lainnya, dalam serangan dini hari, 1 Januari 2025, yang menurut FBI merupakan aksi terorisme, Reuters melaporkan.
Tersangka tewas setelah baku tembak dengan polisi, kata para pejabat penegak hukum.
“Pria ini berusaha menabrak sebanyak mungkin orang,” kata Kepala Polisi Anne Kirkpatrick dalam konferensi pers yang disiarkan di televisi pada Rabu,”. Dia sangat nekat dalam menciptakan pembantaian dan kerusakan.”
Insiden tersebut terjadi pada pukul 3:15 pagi (0915 GMT) di persimpangan Canal dan Bourbon Streets, sebuah tujuan wisata bersejarah di French Quarter yang terkenal karena menarik banyak orang dengan musik dan barnya.
Kirkpatrick mengatakan bahwa pengemudi yang berbelok menghindari barikade, menembaki polisi dan menabrak dua petugas polisi dari kendaraan setelah menabrak. Para petugas dalam kondisi stabil, tambahnya.
“Kami tahu bahwa pelaku telah tewas,” kata anggota Dewan Kota New Orleans, Oliver Thomas. “Saat kami mencari motif, ingatlah bahwa tidak ada kejahatan yang masuk akal.”
Berdasarkan penyelidikan mengenai identitas tersangka, diketahui tersangka bernama Shamsud-Din Jabbar (42) yang merupakan veteran Angkatan Darat Amerika Serikat yang telah diberhentikan secara hormat.
Shamsud-Din telah bertugas selama kurang lebih 10 tahun di militer dalam bidang sumber daya manusia dan TI.
Shamsud-Din sendiri merupakan lulusan bidang kompurter dari Universitas Negeri Georgia yang tinggal di Houstoun, Texas, lokasinya bekerja sebagai agen real estate.



