INDONESIA98.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempromosikan pariwisata di Indonesia dalam Travel Exchange ASEAN Tourism Forum (Travex ATF) 2025 yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia, pada 15-17 Januari 2025 dengan menggandeng sebanyak 18 pelaku industri pariwisata.
Selain itu, sejumlah inisiatif baru turut diperkenalkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa program desa wisata tetap menjadi prioritas karena kontribusinya yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan pariwisata berbasis masyarakat.
“Partisipasi Indonesia di Travex ATF 2025 menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan program-program baru,” kata Made dalam rilis, Minggu (19/1).
Ia melanjutkan, beberapa program baru, di antaranya gerakan pariwisata bersih, digitalisasi pariwisata atau tourism 5.0, serta pengembangan atraksi wisata minat khusus.
Hadirkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan Program-program baru ini bertujuan untuk menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan. Made menyebutkan, pasar ASEAN memiliki potensi besar untuk terus dioptimalkan.
“Selama sebelas bulan pertama 2024, tercatat sebanyak 4.303.773 wisatawan ASEAN berkunjung ke Indonesia. Dengan program yang tepat, angka ini dapat meningkat lebih jauh,” kata Made.
Dalam rangka memperkuat konektivitas, Kemenpar juga bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Pemerintah Negeri Johor, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui inisiatif Cross Border Promotion.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi geografis dan demografis yang dimiliki kedua wilayah. Kolaborasi Cross Border Promotion Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, menjelaskan bahwa kerja sama Cross Border Promotion mencakup program-program seperti Special Border Treatment (SBT).
“SBT diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan antara Johor dan Kepulauan Riau. Saat ini, pembahasan teknis pelaksanaan program tersebut sedang dilakukan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah Kepulauan Riau dan Tourism Johor,” jelas Sigit.
Dengan partisipasi aktif di Travex ATF 2025, Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar utama pembangunan ekonomi sekaligus memperkuat kerja sama regional di kawasan ASEAN.



