Keutamaan dan Amalan di Bulan Nisfu Sya’ban

Keutamaan dan Amalam di Bulan Nisfu Sya'ban (foto: Freepik)

INDONESIA98.COM – Malam Nisfu Sya’ban adalah malam ke-15 dari bulan Sya’ban dalam kalender Hijriyah. Dalam sejarah Islam, malam ini dikenal sebagai malam penuh rahmat dan ampunan. Banyak hadist yang menyebutkan keistimewaan malam ini, meskipun sebagian ulama berbeda pendapat tentang kekuatan sanadnya. Namun, secara umum, umat Islam memanfaatkan malam Nisfu Sya’ban untuk memperbanyak ibadah.

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia yang disusun Kemenag, malam Nisfu Sya’ban 2025 atau 1446 H jatuh pada Kamis, 13 Februari 2025. Sedangkan Nisfu Sya’ban atau tanggal 15 Bulan Sya’ban jatuh pada tanggal 14 Februari 2025.

Bacaan Lainnya

Beberapa riwayat hadist menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban, Allah membuka pintu pengampunan dan melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda:

“Dari Abu Musa al-Asy’ari, dari Rasulullah SAW, bahwasanya beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.’” (HR Ibnu Majah no 1390. Oleh Syaikh al-Albani, dihukumi hasan).

Membaca Surah Yasin dan melafalkan doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Sya’ban menjadi salah satu cara memohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban. Amalan-amalan ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memanfaatkan keutamaan malam ini:

1. Membaca Surah Yasin

Membaca Surah Yasin adalah amalan yang umum dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban. Setelah membacanya, umat Islam biasanya melafalkan doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Sya’ban sebagai bentuk permohonan kepada Allah.

2. Puasa Nisfu Sya’ban

Dalil mengenai puasa Nisfu Sya’ban tertulis dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Shalat Sunnah

Shalat sunnah, seperti shalat hajat atau tahajud, juga dianjurkan pada malam ini. Setelah shalat, umat Islam dapat melafalkan doa sesudah baca Yasin di malam Nisfu Sya’ban untuk memohon keberkahan dan ampunan.

4. Memperbanyak Zikir Serta Doa

Setelah melaksanakan salat, Anda dapat melanjutkan kegiatan ibadah dengan berzikir, terutama mengucapkan kalimat istigfar “Astaghfirullah wa atubu ilaih” untuk memohon ampunan.

Selain itu, Anda juga dapat memanjatkan doa kepada Allah Swt agar diberi pengampunan, keberkahan hidup di dunia serta di akhirat, hingga doa agar dapat bertemu dengan bulan suci Ramadan. Berikut doa yang sering dipanjatkan saat malam Nisfu Sya’ban berlangsung:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ

اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي رِزْقِي، فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ. فَإِنَّكَ تَمْحُو مَا تَشَاءُ وَتُثْبِتُ، وَعِنْدَكَ أُمُّ الْكِتَابِ

Artinya: “Ya Allah, wahai Zat yang memiliki anugerah, yang tidak diberi anugerah oleh siapa pun. Wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Zat yang memiliki anugerah dan kenikmatan, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkaulah tempat berlindung bagi orang-orang yang mencari perlindungan, penolong bagi mereka yang meminta pertolongan, dan pemberi keamanan bagi mereka yang merasa takut. Ya Allah, jika Engkau telah menetapkan aku dalam Ummulkitab sebagai orang yang sengsara, terhalang (dari rahmat-Mu), terusir, atau sempit dalam rezekiku, maka hapuskanlah ketetapan itu, ya Allah, dengan keutamaan-Mu. Karena sesungguhnya Engkau Maha Menghapus dan Menetapkan apa yang Engkau kehendaki, dan di sisi-Mu-lah Ummulkitab (Lauhulmahfuzh)”.

Doa tersebut merupakan permohonan agar catatan amal buruk dihapus dan diganti dengan catatan amal baik. Doa ini juga diharapkan dapat membersihkan hati manusia demi mempersiapkan diri untuk memasuki bulan Ramadan.

5. Bersedekah

Amalan lain yang dapat Anda lakukan dalam menyambut Nisfu Sya’ban adalah dengan bersedekah. Dalam HR Bukhari dan Muslim, dijelaskan bahwa “Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya, dan barangsiapa meringankan kesusahan seorang Muslim, maka Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat”.

Itulah beberapa amalan yang dapat dilakukan dalam menyambut pertengahan bulan Syaban. Malam Nisfu Sya’ban merupakan kesempatan bagi umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menyucikan diri agar dapat meraih pahala yang besar sebelum masuk bulan Ramadan. (rp)

Pos terkait