INDONESIA98.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar rapat koordinasi menyikapi kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Luar Negeri, dan sejumlah asosiasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Senin, (7/4).
“Kita dikenakan waktu yang sangat singkat, yaitu 9 April, diminta untuk merespons. Indonesia menyiapkan rencana aksi dengan memperhatikan beberapa hal, termasuk impor dan investasi dari AS,” ujar Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Terbatas.
Airlangga mengatakan Indonesia akan mengedepankan negosiasi dalam menyikapi kebijakan tarif impor baru yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump.
“Dalam waktu dekat, United States Trade Representative (USTR) menunggu proposal konkret dari Indonesia,” ujar Airlangga kepada wartawan.
Airlangga mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar Indonesia meningkatkan impor dari Amerika Serikat menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif bea masuk 32% atas barang impor dari Indonesia.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4)mengumumkan kenaikan tarif sedikitnya 10 persen ke banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, terhadap barang-barang yang masuk ke negara tersebut. Selain itu, Indonesia juga dikenakan tarif timbali balik. Indonesia berada di urutan ke delapan daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif impor dengan besaran 32%.
Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban dagang Amerika Serikat. Ada Malaysia, Kamboja, Vietnam, serta Thailand. (au)




