Rusuh Pendukung Paslon Pilkada Puncak Jaya, Massa Bakar Rumah

bentrokan pendukung paslon pilkada puncak jaya (foto: humas polres puncak jaya)

INDONESIA98.COM, MULIA – Bentrokan terjadi antara dua kubu pendukung calon kepala daerah saat Pilkada 2024 di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Polisi melaporkan kerusuhan ini melibatkan massa pendukung pasangan calon nomor urut 1, Yuni Wonda dan Mus Kagoya dengan pendukung paslon nomor urut 2, Miren Kogoya dan Mendi Wonorengga.

Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani mengungkapkan polisi menemukan keterlibatan KKB yang memanfaatkan situasi politik di tengah pelaksanaan Pilkada untuk melakukan penembakan.

Bacaan Lainnya

“Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik untuk melancarkan aksinya,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Sabtu (5/4).

Selain menimbulkan korban luka, massa juga membakar sejumlah bangunan rumah dan enam honai milik warga Kampung Usir, Distrik Pagaleme. Faizal mengatakan saat ini kondisi di daerah tersebut sudah terkendali. Tim gabungan dari Polres Puncak Jaya dikerahkan agar kekerasan tidak kembali terjadi.

“Kami dari pihak keamanan mengimbau agar masing-masing kubu mengakhiri pertikaian ini,” katanya.

Konflik antara kedua pendukung ini memuncak setelah Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pasangan calon nomor urut 1, Yuni Wonda-Mus Kagoya. Dalam permohonannya, mereka menilai telah terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistematis dan masif. Salah satunya yaitu dugaan sabotase dalam penyebaran logistik oleh pasangan calon nomor urut 2 di empat distrik.

Atas permohonan tersebut, MK memerintah Komisi Pemilihan Umum melakukan rekapitulasi ulang. Mahkamah memerintahkan rekapitulasi ulang itu digelar di 22 distrik di Puncak Jaya.

Sebelum hasil Pilkada Puncak Jaya ini disengketakan, pasangan calon nomor urut 2,  Miren Kogoya dan Mendi Wonerengga, meraup 111.079 suara atau unggul 25.277 atas pesaingnya. (au)

Pos terkait