Badan Gizi Nasional Bekali Relawan Dengan Pelatihan Penjamah Makanan

Badan Gizi Nasional laksanakan pelatihan penjamah makanan bagi relawan (foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Sebanyak 1.000 relawan mengikuti pelatihan penjamah makanan yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di di Hotel Paragon, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (26/4). Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni 26 dan 27 April 2025.

Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Brigjen Pol. Sony Sonjaya, S.I.K., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rencana kerja BGN tahun 2025, guna memastikan setiap relawan yang bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki kompetensi dalam menangani dan menyajikan makanan bergizi dalam skala besar.

Bacaan Lainnya

“Kita harus pahami, memasak untuk 3 atau 4 orang tentu berbeda dengan menyiapkan makanan untuk 500, 1.000 bahkan sampai 4.000 orang. Jadi semua relawan wajib dibekali pelatihan ini agar memahami pengetahuan, menguasai keterampilan dan mematuhi etika (SOP),” ujar Sony.

Sony menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dibagi dalam dua kelas.

“Untuk hari ini di Jakarta, kami melatih 1.000 relawan dalam dua kelas,” jelas Sony.

Pelatihan serupa juga berlangsung serentak di beberapa kota lain, seperti Serang, Cirebon, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Melalui program ini, relawan dibekali dengan edukasi seputar teknik pengolahan dan penyajian makanan yang higienis dan sesuai standar kesehatan.

Sony menjelaskan, materi pelatihan diberikan langsung oleh para ahli dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, ahli gizi, hingga BPOM.

“Relawan harus memahami bahwa penanganan makanan, seperti daging ayam misalnya, tidak boleh asal. Ada standar suhu dan waktu yang harus dipatuhi,” katanya.

Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan etika dapur, seperti penggunaan hairnet dan masker untuk menjaga kebersihan saat memasak.

“Pengetahuan dan keterampilan yang diberikan diharapkan terinternalisasi dengan baik, sehingga kualitas makanan di dapur SPPG tetap terjaga,” pungkas Sony. (au)

Pos terkait