INDONESIA98.COM, TAHERAN – Ledakan dahsyat yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaei pada Sabtu (26/4) menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Iran. Sedikitnya 40 orang tewas dan 1.200 orang lebih terluka akibat kejadian itu.
“Hingga kini 40 orang meninggal akibat luka yang diderita dalam ledakan tersebut,” kata dia, seperti dikutip kantor berita pemerintah, IRIB.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (27/4) memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap ledakan besar yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee, selatan Iran.
“Pejabat keamanan dan peradilan berkewajiban untuk menyelidiki secara menyeluruh, mengungkap kelalaian atau kesengajaan, dan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan,” ujar Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah.
Pemerintah Iran menetapkan 28 April sebagai hari berkabung nasional. Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani pada Ahad (27/4), seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Penyebab pasti dari ledakan di Pelabuhan Shahid Rajaei masih dalam penyelidikan. Namun, laporan awal menunjukkan bahwa insiden ini kemungkinan besar dipicu oleh bahan kimia berbahaya yang disimpan di pelabuhan.
Beberapa sumber yang dikutip media Barat menyebutkan bahwa bahan kimia tersebut diduga terkait dengan bahan bakar rudal. Akan tetapi, pihak berwenang Iran segera menyangkal adanya impor bahan bakar rudal melalui pelabuhan tersebut. (au)



