INDONESIA98.COM, BUKITTINGGI – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Rabu, (14/5) pukul 09.42 WIB. Gunung berapi ini meluncurkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter dari puncaknya.
Dikutip dari laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Marapi teramati mencapai 1.600 meeter di atas puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut.
“Erupsi terjadi tepat pukul 09.42 WIB,” ujar Ahmad Rifandi, Petugas Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi di Bukittinggi, Rabu.
“Alat seismograf kami mencatat getaran dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter. Erupsi berlangsung singkat, hanya sekitar satu menit dua detik,” lanjut Rifandi.
Pasca erupsi, status Gunung Marapi tetap berada pada Level II atau Waspada. Meski tidak ada peningkatan status, Rifandi mengatakan masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas vulkanik.
“Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki wilayah dalam radius 3 km dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek dan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu dari puncak Marapi diimbau mewaspadai potensi banjir lahar, terutama pada musim hujan,” katanya.
Rifandi juga menekankan pentingnya masyarakat hanya menerima informasi dari sumber resmi.
“Jangan mudah percaya kabar yang tidak jelas sumbernya dan ikuti arahan dari pemerintah daerah,” pesannya.
PVMBG memastikan terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Marapi. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi erupsi susulan Gunung Marapi. (rp)





