INDONESIA98.COM, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengoperasikan sekolah rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026. Kemensos telah menyiapkan 159 calon kepala sekolah rakyat yang sedang diseleksi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin mengatakan terdapat 63 lokasi sekolah rakyat yang siap beroperasi pada pertengahan Juli nanti. Dia menuturkan pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki setidaknya satu sekolah rakyat.
“Saat ini, per tanggal 12 Mei kemarin, kami catat ada 63 titik yang akan dapat mulai beroperasi pada bulan Juli ini,” kata Agus dalam rapat dengar pendapat bersama Panitia Kerja (Panja) Pendidikan di Daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan Daerah Marginal Komisi X DPR di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Senin (19/5).
Agus mengatakan, dari 100 titik lokasi yang direncanakan beroperasi pada tahun ini, sebanyak 47 lokasi masih dalam tahap survei. Sejumlah 63 lokasi yang siap menyelenggarakan program sekolah rakyat itu sudah kontrak.
Sekolah rakyat adalah salah satu program gagasan Presiden Prabowo Subianto dengan penanggung jawab Kemensos. Tujuan utamanya menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu guna memutus mata rantai kemiskinan. Sekolah ini dirancang menyerupai sekolah asrama atau boarding school.
Agus juga menyebutkan jumlah kepala sekolah yang dibutuhkan berdasarkan titik lokasi yang siap beroperasi ialah sebanyak 63 orang.
“Karena itu, kami akan merekrut, kemudian melakukan tes seleksi, dan saat ini sudah sudah ada tiga kali lipat dari 63 ya, sekitar 159 calon kepala sekolah yang sedang diseleksi oleh Kemendikdasmen,” ucapnya di kompleks parlemen.
Agus menuturkan Kemensos memiliki kriteria yang cukup ketat untuk calon kepala sekolah rakyat. Selain syarat administrasi dan kompetensi, kepala sekolah juga harus memiliki dukungan dari pemerintah daerah, dan berdomisili di lokasi terdekat dari penugasan.
Sebanyak 159 calon kepala sekolah itu nantinya akan menjalani tes psikologi, tes kemampuan bahasa Inggris (TOEFL), dan wawancara. Sementara itu, pengumuman akan dilaksanakan pada 26 Mei 2025. Setelah pengumuman, para kepala sekolah akan mengikuti pelatihan khusus karena Juni mereka sudah ditempatkan. (au)









