Wamenperin Sebut Industri Otomotif Dapat Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pasar terbesar otomotif di Asia Tenggara. Ia dinilai Industri otomotif memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

“Industri otomotif merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi, Indonesia punya potensi sebagai pasar terbesar kendaraan bermotor di Asia Tenggara,” kata Wamenperin dalam acara pengumuman produk Suzuki Fronx di Jakarta, Rabu (28/5).

Bacaan Lainnya

Kementerian Perindustrian mencatat industri kendaraan bermotor memiliki nilai sektor hilir sebesar 0,835 dan sektor hulu sebesar 0,975. Nilai tersebut menunjukkan angka yang cukup tinggi dalam membawa dampak terhadap ketergantungan dan keterkaitan pada sektor lain.

Namun, pada tahun 2024, terjadi penurunan penjualan kendaraan bermotor dibandingkan tahun 2023. Penurunan ini memberi dampak terhadap industri otomotif sebesar Rp 10 triliun, yang terdiri dari sektor hulu sebesar Rp 5,4 triliun dan sektor hilir sebesar Rp 4,6 triliun..

Untuk meningkatkan industri otomotif, pemerintah berupaya memberikan insentif pajak, mendorong inovasi, dan mendukung perluasan pasar ekspor. Selain itu, perlu ada regulasi yang mendukung pertumbuhan industri, serta peningkatan kualitas SDM dan teknologi.

Wamenperin mengemukakan, di tengah tantangan global terkait perubahan iklim, industri otomotif juga diminta berkomitmen untuk mendukung transisi menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan dengan emisi karbon rendah merupakan salah satu solusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas udara.

“Oleh karena itu, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam pengembangan industri kendaraan emisi karbon rendah, sebagai bagian dari komitmen terhadap pengurangan emisi karbon dan upaya menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ucapnya. (au)

Pos terkait