INDONESIA98.COM, DELISERDANG – Suasana meriah mewarnai Lapangan Madrasah Dusun III, Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Pentas Seni.
Kegiatan yang melibatkan anak-anak desa ini berhasil menyedot perhatian masyarakat dan menjadi salah satu puncak acara KKN tahun ini.
Acara yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai dusun ini menampilkan ragam pertunjukan seni mulai dari tari tradisional, musik, hingga drama edukatif.
Mahasiswa KKN bekerja sama dengan anak-anak dan remaja desa untuk menampilkan bakat mereka, sehingga kegiatan ini tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarana pengembangan potensi lokal.
Kepala Desa Lantasan Lama dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa KKN Unimed yang telah memberikan kontribusi nyata bagi desa, khususnya dalam bidang seni, pendidikan, dan sosial.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberadaan mahasiswa KKN membawa energi positif bagi masyarakat. Semoga kebersamaan ini tetap terjalin meski masa KKN telah berakhir,” ujarnya.
Salah seorang mahasiswa KKN yang berperan sebagai ketua anggota KKN, Alan Kibar Manik, menjelaskan bahwa kegiatan Pentas Seni ini merupakan bagian dari upaya mereka untuk mengakhiri program KKN dengan meninggalkan kesan yang membekas di hati masyarakat.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Pentas Seni ini tidak hanya hiburan, tapi juga bentuk apresiasi kami atas dukungan warga selama kami melaksanakan KKN di Desa Lantasan Lama,” katanya.
Pentas Seni ini juga menjadi wadah penting untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda desa. Dengan melibatkan anak-anak sekolah dasar hingga remaja, mahasiswa KKN berharap muncul kecintaan terhadap seni dan tradisi lokal di tengah derasnya arus globalisasi.
Kegiatan berlangsung hingga malam hari dengan suasana penuh keakraban. Sorak-sorai warga yang antusias menyaksikan pertunjukan menjadi bukti nyata keberhasilan acara ini.
“Anak-anak terlihat begitu antusias. Mereka bukan hanya berani tampil, tapi juga bangga memperlihatkan bakat yang selama ini terpendam,” ujar salah seorang mahasiswa KKN.

Warga Desa Lantasan Lama menyambut kegiatan ini dengan penuh semangat. Mereka hadir beramai-ramai, memberikan dukungan kepada anak-anak yang tampil. Kehangatan terlihat dari sorak sorai penonton yang memberi semangat sepanjang acara berlangsung.
“Senang sekali ada acara seperti ini. Anak-anak kami jadi berani tampil dan kami pun merasa terhibur,” ungkap salah satu warga.
Meski panggung dan peralatan pendukung terbatas, acara tetap berjalan sukses. Mahasiswa mengakui keterbatasan ini, namun berkat kerja sama dengan warga, acara bisa terselenggara meriah.
Warga dan mahasiswa sama-sama berharap Pentas Seni bisa dijadikan agenda rutin, baik oleh desa maupun kegiatan KKN mendatang. Menurut mereka, acara ini tidak hanya menumbuhkan keberanian anak-anak, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kalau bisa setiap tahun diadakan agar anak-anak punya wadah untuk berkarya,” kata salah seorang tokoh masyarakat.








