keterangan foto,bersama dalam kegiatan,sumber foto sgt
Indonesia 98 com Tebing Tinggi
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tebing Tinggi menggelar kegiatan “Penguatan Sinergitas Kelembagaan Bawaslu dan Mitra Kerja untuk Mewujudkan Pengawasan Pemilu yang Efektif dan Partisipatif”, Selasa (7/10/2025), sekira pukul 13 00 wib, di Restoran Pondok Bagelen, Jalan Deblod Sundoro, Kota Tebing Tinggi.
Kegiatan ini diikuti sekitar 35 peserta dari berbagai unsur mitra kerja, antara lain perwakilan Pemerintah Kota, DPRD, Polres, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Kesbangpol, organisasi mahasiswa, dan insan pers.
Ketua Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Amsal Franky Tambun dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kolaborasi antar lembaga untuk memperkuat pengawasan pemilu.
Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan seluruh elemen, baik pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, maupun masyarakat adalah kunci mewujudkan pengawasan Pemilu yang berintegritas dan partisipatif,” ujarnya.
Sementara itu, Ramadhan Barkah Pulungan yang hadir mewakili Wali Kota Tebing Tinggi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu dalam memperkuat koordinasi lintas sektor.
Pemerintah Kota berkomitmen mendukung penuh upaya Bawaslu menjaga netralitas, keterbukaan, dan partisipasi publik dalam setiap proses demokrasi. Kolaborasi seperti ini sangat penting,” sekaligus membuka kegiatan
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Bawaslu, dilanjutkan laporan panitia, sambutan, doa bersama, dan pemaparan materi dari narasumber melalui konferensi daring (Zoom Meeting)oleh Arif Wibowo anggota DPR RI Komisi II, yang menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dan penyelenggara pemilu dalam menjaga demokrasi di Indonesia.“Komisi II DPR RI memiliki komitmen untuk terus memperkuat kelembagaan penyelenggara pemilu, termasuk Bawaslu, agar semakin profesional dan berdaya dalam menegakkan prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil),” ujar Anggota Komisi II Arif Wibowo
Arif ” juga menyoroti pentingnya dukungan regulasi dan anggaran yang memadai bagi Bawaslu di daerah agar fungsi pengawasan dapat berjalan optimal hingga ke tingkat desa, pungkasnya.
Sementara tenaga Ahli (TA) Komisi II DPR RI La Ode Khairul yang juga menjadi narasumber menjelaskan berbagai aspek teknis terkait peran DPR dalam penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu, termasuk proses pembahasan revisi undang-undang pemilu dan penguatan kapasitas sumber daya pengawas.
“Kelembagaan yang kuat bukan hanya soal struktur organisasi, tapi juga tentang peningkatan kompetensi dan konsistensi nilai integritas di semua lini,” jelasnya.
Narasumber ketiga, Jeirry Sumampouw yang hadir langsung dipondok bagelen dari Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) mengatakan “Strategi penguatan kelembagaan pengawas pemilu harus ditempatkan dalam kerangka besar penguatan demokrasi Indonesia. Tanpa pengawas yang kuat, pemilu rawan dimanipulasi oleh oligarki dan kepentingan politik jangka pendek. Dengan strategi regulatif, kelembagaan, teknologi, SDM, dan partisipasi publik, pengawas pemilu dapat menjadi garda depan menjaga integritas demokrasi” Ujarnya.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber mengenai tantangan pengawasan pada Pilkada Serentak 2025, serta strategi memperkuat koordinasi lintas lembaga untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas.
Marwan, anggota Bawaslu provinsi Sumatera periode 2018 sampai 2023 menegaskan agar Bawaslu kedepannya lebih jelas porsinya sebagai badan pengawas pemilu bukan sebagai lift servis saja tapi Bawaslu mitra kerja sejatti bagi KPU
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Tebing Tinggi berharap sinergi kelembagaan dapat semakin solid.
Sugito



