IECES FE Unimed 2025: Prof. Syawal Gultom Tegaskan Pendidikan sebagai Kunci Ekonomi Berkelanjutan

INDONESIA98.COM, MEDAN — Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) sekaligus tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., menjadi narasumber utama dalam kegiatan The 2nd International Conference on Economic Sustainability (IECES) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Unimed di Auditorium Unimed. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 1.300 peserta, terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unimed.

Dalam paparannya berjudul “Educational Perspective for Sustainable Economics”, Prof. Syawal menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tanpa diiringi pembangunan manusia akan kehilangan arah dan makna.

Bacaan Lainnya

> “Pertumbuhan ekonomi tanpa investasi pada pengembangan manusia bersifat tidak etis. Kemajuan ekonomi tanpa kemajuan sosial hanya akan membuat sebagian besar masyarakat tertinggal,” ujarnya, mengutip pemikiran ekonom peraih Nobel Amartya Sen dan Presiden AS John F. Kennedy.

Prof. Syawal menilai pandangan tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Meski ekonomi nasional tumbuh, sebanyak 23,85 juta penduduk masih hidup di bawah garis kemiskinan, menandakan bahwa pertumbuhan belum merata dan belum sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, Prof. Syawal menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam memperbaiki arah pembangunan nasional. Melalui pendidikan, masyarakat dapat memahami nilai keadilan, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia juga menyoroti rendahnya daya inovasi Indonesia yang masih berada di peringkat keenam di kawasan Asia berdasarkan Global Innovation Index. Menurutnya, hal ini bukan semata karena keterbatasan sumber daya, tetapi karena sistem pendidikan belum sepenuhnya menumbuhkan kreativitas dan kebebasan berpikir.

> “Tidak ada jalan lain untuk meningkatkan daya saing dan menurunkan kemiskinan selain melalui pendidikan yang menumbuhkan inovasi,” tegas Ketua Senat Unimed ini.

Dalam pemaparannya, Prof. Syawal menguraikan lima pilar pendidikan yang berperan penting dalam membangun ekonomi berkelanjutan:

1. Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman nilai kemanusiaan sebagai dasar pembangunan ekonomi yang adil.

2. Mengembangkan pemikiran etis dan kritis untuk menilai praktik ekonomi secara moral.

3. Menumbuhkan tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan memahami keterkaitan antara ekonomi, masyarakat, dan alam.

4. Mencetak inovator dan pemimpin masa depan yang berkarakter, jujur, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

5. Mengintegrasikan pendidikan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) seperti pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan pelestarian lingkungan.

Di akhir sesi, Prof. Syawal menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama bagi ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan.

> “Pendidikan adalah dasar bagi peradaban ekonomi yang berkeadilan. Melalui pendidikan, kita mencetak manusia yang mampu berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

“Bangun negeri dari sekolah,” tambahnya tegas.

Kegiatan IECES 2025 menjadi ajang penting bagi akademisi memperkuat pemahaman tentang hubungan antara pendidikan, ekonomi, dan keberlanjutan. Melalui pandangan Prof. Syawal, peserta diajak melihat bahwa pendidikan tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun bangsa yang adil, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk wakil rektor, dekan, ketua lembaga, serta sejumlah narasumber internasional: Assoc. Prof. Dr. M. Nazri Bin M. Nur, Dr. Mohammad Zubir Abd. Mazid, dan Dr. Erialdi Bin Syarial (Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Antoinette Flyenn (Irlandia), serta Iwan A. J. Siantur, Ph.D. (Amerika Serikat).

Dekan Fakultas Ekonomi Unimed, Dr. Haikal Rahman, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi tersebut. Ia berharap hasil dari seminar ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.(Hn)