Imbas Wanita Dikeroyok Debt Collector di Depan Mapolsek, Kapolda Copot Kapolsek Bukit Raya

kapolda riau irjen pol herry heryawan (foto: istimewa)

INDONESIA98.COM, PEKANBARU – Kapolsek Bukit Raya, Kompol Syafnil, dicopot dari jabatannya oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Hal tersebut imbas dari peristiwa aksi pengeroyokan yang dilakukan debt collector di halaman depan Polsek Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

“Kapolsek (Kompol Syafnil) langsung saya copot,” tegas Irjen Pol Herry dalam pernyataannya, Selasa (22/4).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, peristiwa itu telah mencoreng marwah Polri, karena aksi premanisme yang dilakukan debt collector terjadi di lingkungan yang seharus menjadi tempat aman bagi masyarakat.

“Saya malu dan marah, merusak marwah kita sebagai polisi. Aksi pengrusakan terjadi di kantor polisi dan tidak ada tindakan,” katanya.

Dalam peristiwa itu ada sejumlah polisi yang menyaksikan aksi brutal debt collector. Namun, mereka tidak melakukan tindakan, melainkan merekam kejadian.

Pasca kejadian itu, tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau dan Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, menangkap 4 orang debt collector.

Perlu diketahui, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (19/4) dini hari. Pengeroyokan bermula ketika empat pelaku berencana menarik mobil korban, lalu korban menolak sehingga terjadi keributan.

“Kejadian tersebut berawal dari bahwa kelompok debt collector kendaraan roda empat terjadi cekcok di Furaya sesama debt collector yang saat itu ingin melakukan penarikan terhadap kendaraan, kemudian sempat cekcok, kemudian terjadi keributan dan kemudian diselesaikan sehingga tidak terjadi penarikan kendaraan,” ujar Direskrimum Polda Riau Kombes Asep Dermawan, Selasa (22/4).

Asep mengungkapkan ketika kelompok debt collector itu melakukan perusakan, korban mencoba melarikan diri menggunakan mobilnya. Namun, saat itu korban diteriaki ‘perampok’ oleh pelaku.

Hingga akhirnya, korban mengamankan diri di halaman Polsek Bukitraya. Namun ternyata kelompok debt collector itu tetap melakukan perusakan meski korban berada di halaman polsek.

Aksi brutal para pelaku terekam jelas dalam CCTV dan juga kamera ponsel polisi maupun warga yang berada di sana. (rp)