Presiden Prabowo Apresiasi Gerani Yang Diprakarsai Ustadz Adi Hidayat

Prabowo Subianto bersama Ustadz Adi Hidayat saat menghadiri program gerakan indonesia menanam (gerina) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (foto: setpres)

INDONESIA98.COM, OGAN ILIR – Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi inisiasi ulama Ustadz Adi Hidayat (UAH) yang membuat Gerakan Indonesia Menanam (Gerina). Prabowo berharap gerakan ini menjadi awal terwujudkan swasembada pangan di Indonesia.

“Jadi sekarang kita ingin swasembada pangan baik di Kabupaten, Kecamatan dan Provinsi. Terima kasih Mentan, Terima kasih Ustadz, ini Ustadz yang memang ing ngarso sung tulodo, tapi inovator. Kalau ada 100 Ustadz seperti ini bersama TNI-Polri, pemimpin ulama agama lain mari kita maju membuat Indonesia terhormat,” kata Prabowo dalam peluncuran Gerina di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Rabu (23/4).

Bacaan Lainnya

Prabowo memuji Ustaz Adi Hidayat selaku penggagas gerakan ini. Ia menilai Ustaz Adi Hidayat sebagai ulama visioner yang berwawasan Pancasila dan merangkul semua umat beragama.

“Saya bahagia hari ini ada seorang ulama, ada seorang ustaz yang visioner, pemikirannya luar biasa, yang terutama adalah ulama pemimpin Islam tapi yang wawasannya Pancasila, yang mengajak semua umat yang berbeda agama. Semua umat walaupun berbeda agama dianggap keluarga sendiri, dianggap saudara sendiri, inilah Indonesia yang kita cintai, Indonesia yang terus akan bangun dan bangkit menjadi negara yang aman, yang damai, yang kuat,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ustaz Adi Hidayat menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam membangun kedaulatan bangsa.

Menurutnya, swasembada pangan adalah kunci agar Indonesia mampu berdiri mandiri dan menjadi lumbung pangan dunia.

“Hari ini Insyaallah akan menjadi hari bersejarah menyatukan energi lapis anak bumi pertiwi Indonesia Emas tidak mungkin tercapai dengan gemilang kecuali memiliki ketahanan yang kuat khususnya di bidang pangan,” tutur UAH.

Dia menilai, langkah strategis Prabowo tidak bisa dilakukan sendirian dan perlu kolaborasi dari berbagai pihak guna mendukung terciptanya Indonesia Emas 2045.

“Dan, tidak bisa diwujudkan oleh Presiden sendirian, butuh energi berkolaborasi, rakyatnya punya semangat yang kuat, akan mengalami akselerasi,” ucap UAH.

Dia pun mengungkapkan, awal mula sejarah berdirinya Gerina bermula ketika 4 Januari 2025, UAH menemui Wamentan Sudaryono. Dia pun mendapatkan masukan program terbaik yang dapat menumbuhkan semangat menanam.

“Mari kita membuat suatu gerakan sehingga semua punya kesadaran keinginan untuk menanam maka lahirlah Gerakan Indonesia Menanam kita singkat Gerina. Gerakan ini harus memiliki instrumen, tidak ada buktinya maka tidak mudah untuk kita bisa menanam,” jelas UAH. (au)

Pos terkait