Program Gubernur Jawa Barat Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer Berlaku 2 Mei

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancara media usai rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI, Selasa (29/4) (Foto: Kompas.com)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat program mengirim siswa bermasalah ke barak TNI Polri mulai berlaku pada Jumat 2 Mei. Dedi sudah menyiapkan surat edaran (SE) terkait rencana itu.

“Hari ini kita sudah bikin surat edaran gubernur. Hari ini surat edaran gubernur sudah saya siapkan. Kepala sekolah sudah kita kumpulkan,” kata Dedi usai mengikuti rapat kerja di Komisi II DPR, Jakarta, Selasa (29/4).

Bacaan Lainnya

Ia pun mengungkap alasan ingin mengirim siswa bermasalah di Jabar ke barak TNI Polri untuk mengikuti kegiatan pendisiplinan.

Dedi menyebut rencana itu sudah dibicarakan dengan para pihak terkait dan mendapat dukungan masyarakat. Ia mengatakan banyak orang tua dan wali siswa yang tak sanggup lagi mengurus anaknya.

“Maka saya merubah paradigma itu dengan cara apa, banyak orang tua yang hari ini tidak punya kesanggupan lagi menghadapi lagi anaknya. Banyak guru yang tidak punya kesanggupan untuk menghadapi murid-muridnya,” ucapnya.

Dedi menyampaikan para siswa itu akan mengikuti kegiatan pendisiplinan di barak-barak TNI dan Polri. Ia menegaskan para siswa itu bukan dilatih untuk berperang.

“Agar mereka menjadi anak-anak yang bugar, tidak minum, tidak merokok, tidak makan eksimer, tidak minum ciu, yang itu obat-obatan itu marak di mana-mana,” katanya.

Dedi mengatakan para siswa yang akan dikirim ke barak TNI itu mulai dari mulai siswa yang suka tawuran, siswa yang bermain game ponsel seperti mobile legend tak ingat waktu, siswa yang tak patuh orang tua, hingga yang gemar minuman beralkohol.

“Tukang tawuran, tukang mabok, tukang main ML yang kalau malam kemudian tidurnya tidak mau sore, ke orang tua melawan. Melakukan pengancaman. Di sekolah bikin ribut. Bolos terus. Dari rumah berangkat ke sekolah, ke sekolah enggak nyampe. Kan, kita semua dulu pernah gitu ya,” kata Dedi. (au)

Pos terkait