INDONESIA98.COM, BOGOR – Jumlah siswa yang keracunan akibat diduga mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) Kota Bogor, Jawa Barat kini mencapai 214 orang.
“Terakhir dari 210, ada penambahan menjadi 214 orang,” kata Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Senin (13/5).
Dedie mengungkapkan penambahan kasus keracunan ini setelah Pemerintah Kota Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 8 Mei 2025. Status ini sebagai langkah cepat penanganan dan jaminan pembiayaan medis korban di rumah sakit ditanggung APBD dari sumber anggaran biaya tidak terduga (BTT).
“Jadi memang sebelumnya ada keraguan (korban), karena ada yang tidak punya BPJS dan asuransi, jika dibawa ke rumah sakit siapa yang membiayai. Makanya ditetapkan KLB supaya siapa pun yang terdampak, terindikasi keracunan, berobat ke rumah sakit,” kata Dedie.
Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat 12 siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit. Namun demikian, kondisinya sudah berangsur pulih.
Berdasarkan pemeriksaan Labkesda Kota Bogor terhadap sampel sisa makanan mulai dari nasi, tumis toge dan tahu serta telur ceplok saus barbeque bahwa ditemukan bakteri E Coli dan Salmonella.
“Dari sampel telur ceplok saus barbeque ada kandungan bakteri E Coli, sedangkan bakteri Salmonella ada di tumis toge dan tahu,” terang Dedie.
Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan mengatakan timnya melakukan uji laboratorium terhadap sampel MBG dan bahan makanan yang dimasak untuk pelajar di Bogor.
“Kalau memang valid itu sampel makanan, misalnya ada tongkol yang kurang baik. Maka kami melakukan teguran keras itu kepada satuan pelayanan jika melakukan hal tersebut,” kata Tigor.
Tigor menjelaskan BGN bertanggung jawab dalam penanganan medis dan pembiayaan terhadap para pelajar yang keracunan MBG.
“Kita bekerja sama dengan puskesmas (menanggung) seluruh biaya pengobatan itu oleh BGN,” terang Tigor.
Tigor menuturkan BGN akan memberikan pelatihan kepada SPPG terutama bagian penjamah makanan sebagai pencegahan agar tidak terjadi lagi keracunan akibat MBG. (au)









