Indonesia Siap Ekspor Beras ke Malaysia, Perbulan 2.000 Ton

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat berada di gudang beras Bulog Karawang (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, KARAWANG – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini menguasai stok cadangan beras sebesar 3,7 juta ton. Dengan jumlah itu, Indonesia siap melakukan ekspor beras ke sejumlah negara, salah satunya Malaysia sebanyak 2.000 ton per bulan.

“So far kita sudah bicara dengan Malaysia. Kemarin saya sudah ketemu dengan pelaku usahanya yang rencana akan mengeksekusi ekspor kita ke Malaysia, dan Pak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) juga sudah ketemu dengan Menteri Pertanian Malaysia gitu. Nah itu kita intinya, kita punya standar begini, harga segini, oke? Oke jalan, nggak ada masalah,” ungkap Sudaryono saat kunjungan kerja ke Rice Mill Unit (RMU) Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5).

Bacaan Lainnya

Rencana ekspor ini sejalan dengan posisi Indonesia yang kini berada dalam kondisi surplus beras, sehingga mulai dilirik oleh pasar luar negeri. Sudaryono pun menjelaskan, banyak negara yang memang rutin melakukan impor setiap tahunnya, dan Indonesia siap mengambil peran sebagai pemasok.

“Karena kan memang ada negara-negara yang memang dari tahun ke tahun memang tidak bisa kalau tidak impor gitu. Nah itu kita layani,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan pihak Malaysia, rencananya ekspor beras ke Negeri Jiran akan dilakukan secara bulanan. Dengan besaran mencapai 2.000 ton.

“Kemarin sih yang dibahas mungkin sekitar 2 ribu ton gitu lah per bulan. Karena kan Malaysia juga ngambil dari banyak tempat,” ucap Sudaryono.

Namun, kesepakatan antara Indonesia-Malaysia ini perlu ditindaklanjuti lebih dalam hingga ke level teknis.

“Belum, belum. Ini lagi kita atur. Kalau per bulan ya mungkin perlu setiap bulan barangkali, tapi kita belum sampai ke teknis itu,” terang dia.

Sudaryono juga menekankan, Indonesia tidak kekurangan stok beras untuk kebutuhan dalam negeri, meskipun membuka peluang ekspor ke berbagai negara.

“Intinya dari Pemerintah Indonesia kita menyatakan diri kita siap kalau memang kita harus mengekspor sebagian yang cadangan kita untuk kita kirim ke Malaysia, atau ke negara lain,” tegas Sudaryono. (au)

Pos terkait