INDONESIA98.COM, JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas merespons pernyataan Prabowo yang akan membuka hubungan diplomatik dengan negara zionis tersebut jika mau mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Dia menegaskan, Indonesia tidak akan pernah membuka hubungan diplomatik dengan Israel karena dinilai sebagai negara penjajah.
“Sikap tegas tersebut telah dinyatakan dengan jelas dalam alinea pertama pembukaan UUD 1945 yang menyatakan, bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujar Abbas dalam keterangan tertulis, Jumat (30/5).
Abbas mengatakan jika memang Prabowo ingin menjalin hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel, maka negara Yahudi itu harus bertanggung jawab terhadap tindakan genosida dan semua perbuatan buruk yang telah mereka lakukan selama ini terhadap rakyat Palestina.
“Israel tentu harus bertanggung jawab terhadap tindakan genosida dan semua perbuatan buruk yang telah mereka lakukan selama ini terhadap rakyat dan negeri Palestina,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap mengakui Israel apabila Israel mengakui Palestina sebagai negara. Prabowo menyampaikan Indonesia juga akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel asalkan Palestina diakui.
“Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel, dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Prabowo usai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (28/5).
Dalam pertemuan itu, Prabowo mengatakan Indonesia memandang two state solution dapat mengakhiri konflik Israel-Palestina. Prabowo menekankan kemerdekaan bangsa Palestina merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian. (au)









