Kemensos Salurkan Bantuan Untuk Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Kemensos memberikan bantuan hampir Rp 5 Miliar untuk penanganan bencana erupsi gunung lewatobi di Nusa Tenggara Timur (Foto: Indonesia98)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirimkan bantuan logistik bagi para korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

“Melakukan pendistribusian logistik untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana alam yang bersumber dari gudang pusat di gudang Sentra Efata di Kupang, dan gudang Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, serta belanja langsung sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Menteri Sosial, Saifullah atau Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (18/6).

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp 4,8 miliar. Bantuan logistik ini terdiri dari makanan serta lauk siap saji, makanan anak, tenda, selimut, hingga family kit.

“Jadi sudah hampir 5 miliar. Ya tentu sesuai kebutuhan, per hari ini kita sudah ya hampir Rp5 miliar, ya Rp4,8 tepatnya,” kata Gus Ipul

Sementara itu, dapur umum lapangan yang didirikan Kemensos berada di tujuh titik. Antara lain, yakni dapur umum di Brimob Desa Konga, Dapur Umum Tagana, Desa Kongan, Dapur Umum Desa Bokang, Dapur Umum Desa Lowolaga, Dapur Umum Desa Ile Gerong, Dapur Umum Desa Kanada atau Kobasoma, dan Dapur Umum Desa Eputobi

“Dengan jumlah produksi sebanyak rata-rata per hari, jumlahnya kurang lebih 18 ribu bungkus (makanan) untuk para pengungsi dan juga para relawan yang ada di sana,” ujarnya.

Sebagai informasi, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Selasa (17/6) pukul 17.35 WITA. Peristiwa ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dengan durasi lebih kurang 6 menit 53 detik.

Erupsi ini menciptakan kolom abu setinggi 10.000 meter atau 10 kilometer dari atas puncak kawah. Hujan material vulkanik berupa abu, pasir, dan batuan kerikil juga dilaporkan jatuh hingga ke wilayah permukiman yang berada di luar radius Kawasan Rawan Bencana (KRB), seperti Desa Boru, Desa Hewa, dan Desa Watobuku.

Hingga kini, belum ada laporan mengenai jumlah korban maupun kerusakan yang ditimbulkan. (rp)

Pos terkait