INDONESIA98.COM(MEDAN: Kritikan dari pengamat lingkungan Sumatera Utara, Jaya Arjuna yang mengatakan agar Pemko Medan jangan terburu buru mewacanakan pembangunan tanggul rob di Belawan karena hasilnya hanya akan menghabiskan anggaran dan tidak memberikan solusi mengatasi dampak rob di Belawan, sebagaimana dilansir di Waspada.co.id,(26/5/2021), mendapat tanggapan serius dari Ketua Umum Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) R. Khairil Chaniago
” Sangat menyesalkan karena ternyata masih ada seorang yang mengaku sebagai pengamat lingkungan, tetapi kurang cermat dalam mengamati perubahan lingkungan yang terjadi di ujung Utara Kota Medan ini bahkan kurang cermat memperhatikan penderitaan yang sudah berlangsung selama bertahun tahun dialami oleh warga Belawan dan Medan Utara pada umumnya terkait bencana Banjir rob,” sebut Khairil kepada Indonesia98.Com, 28/5/2021.
Tambahnya saat ini hampir 90 % daratan yang ada di kota Belawan tenggelam oleh air pasang laut yang siklusnya terjadi hampir setiap bulan.
” Kondisi ini akhirnya membuat sebagian besar wilayah hunian masyarakat Belawan menjadi sebuah kawasan hunian yang kumuh, masyarakatnya rentan penyakit dan perekonomian masyarakat terpuruk akibat aktivitas yg terganggu oleh air pasang yg meluber hingga ke jalan-jalan utama di Medan Belawan,” urai Khairil.
Dijelaskan Khairil, yang juga Ketua Presidium Lintas Eksponen 98 Sumatera Utara, bahwa kondisi Belawan sudah masuk fase darurat, maka perlu langkah cepat untuk mengatasinya.
Kami dari Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) memberikan apresiasi yg tinggi kepada Wakil Walikota dan Walikota Medan yg merespon cukup cepat dengan melakukan langkah-langkah lobby dan teknis guna memulihkan kondisi yg ada di Belawan.
” Sayangnya ada seorang akademisi yg buru-buru melakukan protes dan kritik, terkesan menghalang-halangi niat positif dari pemko Medan dalam menyelesaikan problem sosial yg kami alami, dan tentu hal ini membuat saya sangat kecewa kepada beliau,” ungkap Khairil Chaniago mengakhiri.(tyf/I98)



