Imbas Penutupan SPBU Shell di Medan, Karyawan di PHK Massal, Pengusaha Rugi Puluhan Miliar

Bertepatan Hari Buruh pada Rabu (1/5) ratusan eks karyawan Shell melakukan aksi long march dari SPBU masing-masing ke Taman Makam Pahlawan, Jl. SM Raja, Kota Medan menuntut ganti rugi dan pesangon. (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, MEDAN – Ratusan eks karyawan SPBU Shell menggelar aksi long march dari masing-masing SPBU Shell di Kota Medan menuju Taman Makam Pahlawan, Jl. SM Raja, Kota Medan pada Rabu (1/5) untuk menuntut hak mereka yang terancam di PHK massal akibat penutupan seluruh SPBU Shell di Kota Medan. Ironisnya lagi, mereka semua terancam kehilangan pekerjaan tanpa ganti rugi maupun pesangon.

Adapun para pengusaha yang menjadi mitra SPBU Shell di Kota Medan juga harus menerima pil pahit berupa kerugian hingga puluhan miliaran rupiah per SPBU. Tidak hanya rugi secara materil, para pengusaha juga harus rugi secara immateril karena sepanjang merintis bisnis SPBU Shell, mereka harus melakukan promosi yang panjang dan cukup melelahkan agar produknya lebih diterima di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Baru saja mereka berhasil menjalankan bisnis SPBU asal Inggris ini di Kota Medan, tiba tiba saja pihak Shell Indonesia membuat keputusan yang dianggap tidak logis dan dinilai tanpa mempertimbangkan “dampak kerugian fantastis” para mitra tersebut, belum lagi mereka kini dipusingkan oleh tuntutan eks karyawan yang terancam PHK massal tanpa pesangon.

Bertepatan dengan hari buruh pada 1 Mei 2024 ini, ratusan eks karyawan Shell melakukan aksi damai dengan berjalan kaki (long march) dari SPBU masing-masing ke lokasi aksi di Taman Makam Pahlawan, Jl. SM Raja, Kota Medan. Pada aksi tersebut, mereka meminta kejelasan dari pihak Shell Indonesia yang membuat kebijakan penutupan tersebut agar bertanggung jawab atas nasib mereka.

“Kami ini adalah para pejuang nafkah di keluarga kami masing-masing, tapi sekarang bagaimana nasib kami? bakalan terkubur dan mengakhiri pekerjaannya di Shell,” ucap Rozak, salah satu eks karyawan Shell yang menyampaikan orasi.

Sejumlah spanduk yang mengecam Shell juga dibawa oleh ratusan eks karyawan Shell itu. Setelah melakukan orasi dan membentang spanduk aspirasi mereka di badan jalan, merekapun membubarkan diri dengan tertib.