Tidak Terima Ditegur, Oknum Polisi Keroyok Kader HMI di Mamuju

Puluhan Kader HMI Datangi Pores Mamuju

INDONESIA98.COM, MAMUJU – Puluhan oknum anggota Polda Sulawesi Barat (Sulbar) mengeroyok sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Mamuju. Pengeroyokan itu diduga akibat ada oknum anggota polisi yang tidak terima ditegur saat menemui pacarnya di asrama putri pada malam hari.

Pengeroyokan itu terjadi di asrama putri Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM-Mateng) di Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju pada Rabu (1/1) malam. Saat itu, sejumlah mahasiswa datang ke asrama dan menegur anggota polisi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ini kan awal dari ini ada oknum polisi yang kurang beretika yang datang ke asrama putri IPM Mateng, sudah sekian kali ditegur, termasuk juga bapak yang punya kontrakan itu sudah menegur, akan tetapi tidak pernah mendengar,” ujar Ketua HMI Cabang Manakarra Anshar, Jumat (3/1).

Anshar mengatakan anggota polisi yang ditegur kemudian terlibat cekcok dengan sejumlah mahasiswa yang merupakan kader HMI. Tak berselang lama, datang sekitar 50 orang anggota polisi dan langsung melakukan pengeroyokan.

“Setelah itu ada sedikit cekcok, setelah itu datanglah satu kompi angkatan 51 kalau tidak salah, dari angkatan kepolisian yang melakukan pengeroyokan terhadap beberapa mahasiswa, yang kurang lebih 50 orang oknum polisi,” bebernya.

Dia mengungkapkan satu kader HMI bernama Ramli mengalami luka serius akibat pengeroyokan tersebut. Korban telah membuat laporan ke polisi dan menjalani visum.

“Ada kader HMI yang selesai visum dan membuat laporan,” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Slamet Wahyudi turut membenarkan awal mula aksi pengeroyokan itu. Ia juga sangat menyayangkan keributan yang dibuat oleh anggotanya.

“Sama-sama muda, sama-sama lajang, apel, kalau apel sudah kemalaman menyangkut etiknya sudah salah, kesopanannya kita sebagai adat orang timur juga kurang. Sehingga ada suatu pemuda yang mengingatkan, dan terjadilah suatu keributan,” kata Slamet.

Slamet menambahkan akan mengawal dan mengusut tuntas kasus ini. Sebanyak 7 anggota polisi yang diduga melakukan pengeroyokan telah disanksi penempatan khusus (patsus) dan diperiksa Propam Polda Sulbar.

“Ada 7 orang yang sekarang sedang dipatsus,” kata Slamet. Slamet menegaskan pihaknya akan menindak tegas anggota Polri yang terlibat. Kasus ini juga telah mendapat atensi khusus dari Kapolda Sulbar Irjen R Adang Ginanjar.

“Kita dari institusi Polri, khususnya Polda Sulawesi Barat, perintah pak kapolda siapapun yang terlibat itu langsung ditindak tegas,” imbuhnya.(Au)