Khofifah Undang Presiden Prabowo Hadiri Pembukaan Kongres Muslimat NU di Surabaya

Presiden Prabowo Subianto Menerima Audiensi Ketua Umum PP Muslimat NU.

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Gubernur Jawa Timur periode 2025-2029 terpilih Khofifah Indar Parawansa menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (14/1).
Khofifah mengundang Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri Kongres ke XVIII PP Muslimat NU pada 12 Februari 2025 di Surabaya.
“Kami sowan pak Presiden mohon kerauhan beliau pada pembukaan kongres yang Insyaallah akan dilaksanakan pada 12 Februari bulan depan, dihadiri oleh 532 cabang, lalu 11 pimpinan cabang istimewa, 37 PW,” kata Khofifah saat konferensi pers usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Dia juga melaporkan kepada Prabowo bahwa PP Muslimat NU saat ini mengelola 171 panti asuhan, 9.800 taman kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal, serta 16.356 Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Tak hanya itu, PP Muslimat NU memiliki hampir 66.000 Himpunan Daya dan Majelis Taklim Muslimat NU.
“Kami juga memiliki pusat koperasi An-nisab mungkin 1 dari 5 puskob perempuan yang ada di Indonesia. Kami melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa kami memiliki 43 rumah sakit dan klinik, layanan inilah yang selama ini menggerakkan kegiatan muslimat NU di seluruh Indonesia,” ucap Khofifah.
Dalam kongres ini, Khofifah mengatakan, Muslimat NU akan meluncurkan program Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem (Mustika Mesem). Menurut dia, program ini sudah diuji coba selama dua tahun di berbagai kabupaten/kota.
“Mustika Mesem antara lain disetiap pengajian, muslimat itu bisa seminggu dua kali di tingkat anak ranting itu berarti tingkat RW. Mereka membawa 1 biji telur setiap pengajian minimal, yang bawa dua telur juga banyak,” terang dia.
“Jadi ini salah satu format bagaimana program Mustika Mesem bisa memberikan sapaan pada mereka yang terindikasi stunting dan penyapaan kepada mereka yang di data di desa itu kategori miskin ekstrem,” sambung Khofifah.