Pertamina NRE Kembangkan Energi Panas Bumi

Pertamina NRE menambah kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 2,3 MWp khusus di area-area operasi Pertamina Group (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Pertamina New & Renewable Energy (NRE) terus menggali berbagai potensi sumber daya energi baru terbarukan (EBT) untuk program transisi energi di 2025.

CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan, proyek itu mulai dari menggali berbagai potensi sumber daya EBT hingga membuka kerja sama dengan berbagai mitra strategis dari dalam dan luar negeri.

Bacaan Lainnya

“Angin sampai nuklir kita jajaki, berbagai potensi energi bersih kita gali. Selagi satu visi. Potensi kerja sama tentu akan kita lakukan,” kata John dalam keterangan tertulis, Selasa (11/3).

John memaparkan berbagai proyek masa depan yang akan menjadi fokus utama perusahaan dalam mendukung energi hijau di Indonesia.

Salah satu proyek yang akan dikembangkan adalah ekspansi energi panas bumi (geothermal), seperti di Lumut Balai, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sulawesi Utara.

Kemudian juga berbagai inovasi dari pemanfaatan panas bumi yang menjadi salah satu fokus Pertamina NRE lewat anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).

“Pengembangan energi panas bumi menjadi prioritas utama kami karena Indonesia memiliki potensi besar di sektor ini,” jelas John.

Dia menambahkan bahwa pemanfaatan geothermal dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam penyediaan energi bersih di Tanah Air. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menjajaki berbagai peluang kerja sama guna mempercepat pengembangan proyek ini.

Tak hanya itu, John juga mengatakan pihaknya terus mengembangkan perdagangan karbon demi mendukung Net Zero Emission pada 2060. Menurutnya, setelah menginisiasi perdagangan karbon pada 2023, Pertamina NRE akan mengoptimalkan pemanfaatan kredit karbon dari berbagai proyek energi terbarukan, termasuk geothermal, solar PV, dan biomassa. (au)

Pos terkait