Menteri Imipas Sebut Over Kapasitas Hingga Soal Jatah Makanan Penyebab Napi Kabur

Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Agus Andrianto Saat Diwawancara Tentang Insiden Napi Kabur di Lapas Kutacane (Foto: Kumparan.com)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengatakan sebanyak 12 narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Aceh Tenggara sudah ditangkap, dan 38 orang lainnya masih dalam pengejaran.

“Kalau enggak salah 50 (napi kabur), 12 sudah ditangkap di Polres. Kemudian masih sekitar 38. Mudah-mudahan segera bisa ditangkap,” kata Agus di Gedung Kementerian Imipas, Jakarta, Selasa (11/3).

Bacaan Lainnya

Ia juga mengatakan, pada saat tahanan kabur,  jumlah penjaga di Lapas hanya 6 orang.

“Penjaga disana cuma 6 orang,” kata Agus.

Agus menjelaskan bahwa kapasitas lapas itu adalah 100 orang. Namun belakangan diketahui bahwa lapas diisi mencapai 368 orang.

“Kapasitasnya sebenarnya cuma 100, sekarang ada 368. Tentunya ini memang masalah klasik ya,” ujarnya.

Diduga motif para narapidana Lapas Kelas II B Kutacane kabur adalah karena meminta jatah makanan sama dengan narapidana dari KPK. Ia menyebutkan, anggaran makan di Lapas Kutacane berbeda-beda. Ada yang mulai dari Rp 18.000 per hari hingga Rp 22.000.

“Nah, ini lah yang mau dicek apakah karena perilaku petugas. Kalau yang sementara perkembangan karena makan nih, minta jatah makannya sama dengan yang dari KPK,” tutur Agus.

“Memang kan memang ada beberapa klasifikasi di sini, ada yang Rp 18.000 per hari, ada yang Rp 20.000, ada yang Rp 22.000,” sambungnya.

Diketahui, aksi pelarian para napi itu terjadi pada Senin (10/3) sekitar pukul 18.20 WIB. Mereka melompat pagar depan dan lari ke arah keramaian warga.

Sekitar 50 tahanan yang kabur dari Lapas Kutacane, Aceh. Saat ini 12 tahanan tersebut telah ditangkap kembali. (rp)

Pos terkait