INDONESIA98.COM, JAKARTA – Kantor Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang terletak di Jalan Kramat II, Kwitang, Jakarta Pusat didatangi oleh tiga orang tidak dikenal pada Minggu (16/3) dini hari. Pengurus KontraS melaporkan bahwa kantor mereka disambangi tiga orang tidak dikenal pada Minggu dini hari, sekitar pukul 00.16 WIB.
Dari tangkapan layar kamera pengawas yang terpasang di depan pagar, tampak dua pria mengenakan pakaian hitam dan seorang lainnya memakai kaos berwarna krem.
Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS Andrie Yunus sedang berada di kantornya saat kedatangan tiga orang asing itu. Andrie mengatakan ketiga pria itu menekan bel berkali-kali tanpa tujuan yang jelas.
Andrie saat itu sedang berada di balkon kantornya yang menghadap ke arah pagar. Dari lantai dua itu, dia lantas menanyakan dari mana asal ketiga orang tersebut. “Kami sempat menanyakan dari mana? Salah seorang berbaju hitam kemudian menjawab “dari media” sambil terus membunyikan lonceng di pagar kami,” ujar Andrie saat dihubungi, Minggu, (16/3). Ketiga pria asing itu menekan lonceng selama lebih kurang lima menit.
Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, Andrie juga mendapatkan tiga panggilan telepon dari nomor tidak dikenal. Panggilan telepon itu terjadi dalam rentang pukul 00.00 hingga 00.15 WIB.
“Sesuai protokol keamanan yang telah kami tetapkan, setiap nomor asing yang menelepon secara tiba-tiba tidak kami angkat,” kata Andrie.
Andrie meyakini kedatangan tiga orang asing itu adalah bentuk teror terhadap KontraS. Pasalnya, beberapa jam sebelumnya KontraS dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menggeruduk rapat pembahasan RUU TNI yang berlangsung secara tertutup di hotel Fairmont, Jakarta Pusat.
“Kami menduga ini adalah aski teror pasca kami bersama koalisi masyarakat sipil mengkritisi proses legislasi Revisi UU TNI,” kata Andrie.
Sebagai informasi, konsinyering rapat Panitia Kerja (Panja) DPR RI dalam membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI di hotel Fairmont Jakarta pada Sabtu dan Minggu 14-15 Maret 2025. Acara yang membahas revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 dilakukan secara tertutup dan digelar menggunakan dua ruangan rapat hotel.
KontraS yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan sempat menggeruduk ruang rapat Panitia Kerja DPR revisi UU TNI di hotel Fairmont, Sabtu (15/3) sore. (au)









