Kasus ‘Stempel’ DPRD Medan : Lintas Eksponen 98 Sumut Minta Ketua DPRD Medan Bersikap Tegas

by indonesia98

Indonesis98.Com :Berulangnya kasus pengunaan stempel DPRD Medan,di duga stempel dipalsukan oleh oknum anggota DPRD Medan untuk menyurati Satpol PP terkait penangguhkan pembongkaran rumah salah seorang warga yang terletak di jalan Mangkubumi Medan mendapat kecaman keras dari aktifis reformasi yang tergabung di Lintas Eksponen 98 Sumut.

” Sudah kedua kalinya anggota DPRD Medan melakukan blunder dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat pada periode ini, sudah  out of fungtion ini ,” sebut R.Khairil Chaniago  selaku Ketua Presidium Lintas Eksponen 98 Sumut melalui keterangan resmi yg diterima Indonesia98.Com, Kamis, 6/8/2020.

Menurut Khairil lagi, apa yang  terjadi dalam beberapa hari kemarin sungguh mencerminkan sikap yang sangat tidak proporsional dan arogan, hingga stempel DPRD Medan diduga dipalsukan dan digunakan dengan tidak sebagaimana mestinya oleh salah seorang anggota dewan hanya untuk menyurati satpol PP agar menangguhkan pembongkaran rumah warga yang terletak di jalan Mangkubumi.

”  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah lembaga yang sangat strategis dan terhormat, personil yang duduk dilembaga ini juga adalah orang-orang terhormat yang diberi mandat oleh rakyat untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang terhormat, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, namun kenyataan saat ini ada oknum anggota dewan yang malah bertindak sepihak dan sewenang-wenang dengan mengangkangi ketentuan prosedural lembaga yang sangat dihormati rakyat,” ungkap  Khairil.

Dijelaskan Khairil, bahwa semua anggota DPRD Medan tidak disalahkan untuk berkirim surat kepada siapapun, namun jangan dilakukan dengan cara yang terindikasi ilegal dan arogan.

” Apa yang dilakukan oknum anggota DPRD Medan berinisial ES dan  rekan sejawatnya pada beberapa waktu yang lalu, memberi gambaran bahwa oknum anggota DPRD Medan tersebut belum sepenuhnya memahami dengan baik kewenangan yang dimilikinya dan fungsi yang harus diembannya”, kata Khairil.

Ditambahkan Khairil, jangan menggunakan persepsi sendiri dalam hal ruang lingkup dan batasan operasional sebagai anggota dewan, itu masuk dalam klasifikasi arogan.

Arogansi adalah sesuatu yang berimplikasi kepada perbuatan yang tidak terhormat, apalagi bila sampai membuat stempel sendiri berlogokan DPRD Kota Medan.

Apalagi untuk kepentingan personal walaupun terkait dengan konstituennya, perbuatan ini jelas merusak tatatan dan etika lembaga dewan itu sendiri.

“Sewajarnya Ketua DPRD Medan bersikap tegas dan tidak diam dalam menyikapi persoalan ini, sebab dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk ke depannya,” tegas Khairil penuh kecewa.

Kekecewaan yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Presidium Lintas Eksponen 98 Sumut, Tengku Yans Fauzie, beliau mengaku heran jika ada oknum anggota dewan yang bermental demikian sampai bertindak di luar dari fungsinya dengan mengabaikan fungsi dari alat kelengkapan dewan.

” Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kapasitas anggota DPRD yang dilakukan saat kegiatan pembekalan anggota dewan berjalan tidak maksimal dan gagal,” ujar Tengku.

Tengku menambahkan dua prilaku oknum anggota dewan yang keluar dari koridornya ini tidak bisa dianggap sepele, hal ini perlu disikapi pimpinan dewan dengan serius dan tegas sesuai ketentuan yang ada di DPRD Medan sebagai langkah protektif agar kasus yang sama tidak terus terjadi secara berulang ulang di kemudian hari, bagaimana mungkin legislatif bisa mengawasi eksekutif, sedangkan mengawasi anggota nya sendiri tidak mampu.

Implikasinya adalah masa depan kota Medan akan semakin tidak menentu dan tatanan masyarakat juga akan terganggu akibat prilaku wakilnya yang tidak konsisten mengikuti peraturan dan ketentuan yang ada.

” Tentu kami merasa malu dan kecewa jika ternyata seperti ini buah dari reformasi yang kami perjuangkan di tahun 1998 yang lalu,” pungkas Tengku Yans Fauzie.

Baca Juga