Refleksi Akhir Tahun, Menteri Agama Sebut Faham Intoleran Sangat Tidak Sesuai Dengan Cita-Cita Kemerdekaan Indonesia Dan Pancasila 

by indonesia98

INDONESIA98.COM(Sumut):Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas menyatakan perbedaan dan kemajemukan harus di rawat serta di jadikan kekuatan untuk membangun NKRI.

“Jadikan perbedaan dan kemajemukan yang ada di Indonesia itu sebagai sumber kekuatan kita untuk membangun dan memajukan negara kesatuan republik Indonesia,” sebut Gus Yaqut.

Hal itu disampaikan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut, saat memberi sambutan sekaligus membuka secara virtual kegiatan Ngaji Kerukunan Antar Umat Beragama serta Refleksi Akhir Tahun 2020, yang diadakan Gerakan Dakwah Kerukunan dan Kebangsaan (GDKK) di Cafe’ Resep Nenek Moyangku 1819, Jalan Hasanuddin No.10 Petisah Hulu, Medan, Kamis (31/12).

Gus Yaqut berkomitmen akan melawan segala bentuk faham-faham intoleransi yang dapat memecah belah bangsa di tanah air. “Faham intoleran sangat tidak sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia dan Pancasila,” tegas Gus Yaqut

Menurut Gus Yaqut, Kementerian Agama RI akan melindungi dan memfasilitasi seluruh umat beragama di Indonesia untuk menjalankan aktivitas keagamaannya masing-masing dengan tenang, aman dan nyaman.

Pada kegiatan yang mengambil tema ‘Kerukunan Antar Umat Beragama Memperkuat NKRI’ yang dihadiri para tokoh agama dari Islam dan Kristen ini, Gus Yaqut juga menyatakan, toleransi dan kerukunan antar umat beragama harus terus dijaga.

Dialog-dialog antar tokoh agama, harus terus diintensifkan agar tercipta saling pengertian dan saling menghormati antar umat beragama.

“Bila kita semua sesama anak bangsa, umat beragama apapun agamanya, tetap menjaga kerukunan, ketentraman dan kedamaian ini, serta memiliki kemauan dan niat yang sama menjaga kesatuan dan toleransi, maka negara ini akan baik-baik saja,” kata Gus Yaqut.

Semua pihak, lanjutnya, tidak perlu lagi mempermasalahkan adanya perbedaan suku, agama, ras dan golongan di Indonesia, karena perbedaan itu memang sengaja diciptakan Tuhan agar semuanya berlomba berbuat kebaikan bagi dirinya sendiri, keluarga, bangsa dan agama yang masing-masing dianut.

Saat ini, jelas Gus Yaqut, yang perlu dilakukan adalah penguatan moderasi beragama, yang salah satu penekanannya adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Nilai-nilai persaudaraan juga harus terus ditingkatkan, baik persaudaraan seagama, sebangsa dan setanah air, maupun persaudaraan kemanusiaan. Perbedaan haruslah dimaknai sebagai kekuatan, keberkahan dan sunatullah yang harus kita syukuri sebagai karunia Tuhan,” ujarnya.

Pada kegiatan yang dipandu M Ikhyar Velayati dan Dedi Handoko dari GDKK, tampil sebagai pembicara Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi.

Kemudian dari Islam tampil sebagai pembicara tokoh sufi dan kerukunan Sumatera utara Tuan Guru Batak (TGB) KH Dr Ahmad Sabban elRahmaniy Rajagukguk MA, Sekretaris NU Sumut Drs HM Hatta dan Ketua Bakomubin Dr Ansyari Yamamah MA.

Sementara dari Kristen, Romo Emmanuel Sonny Wibisono, Pastor Serafin Dany Sanusi, OSC dan Pastor Benno Ola Tage dari Keuskupan Khatolik Medan selaku pembicara.

TGB Ahmad Sabban, menyatakan, kerukunan harus menjadi parameter keimanan seseorang tanpa harus melakukan singkritisme.

“Memuliakan keragaman dan perbedaan adalah doktrin agama. Dalam Al Maidah 48 disebutkan, jika Allah menghendaki, maka kita akan dibuat satu umat, tapi Allah menciptakan kita berbeda-beda agar bisa saling kenal mengenal. keragaman dan kebhenikaan adalah sunnatullah, maka menolak keragaman dan kebhinekaan berarti menolak kehendak Tuhan,” kata TGB.

TGB juga menyampaikan apresiasi kepada Menang RI Gus Yaqut yang berkomitmen untuk melawan segala bentuk faham-faham intoleransi di tanah air.

Sementara, Partor Serafin Danny Sanusi juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Menteri Agama RI yang telah bergabung dalam dialog kerukunan yang diadakan GDKK di Kota Medan meski secara virtual.

Pastor Serafin juga berharap agar Menteri Agama Gus Yaqut dapat terus mendukung kegiatan-kegiatan GDKK dalam menjalankan dan menyampaikan pesan-pesan kerukunan dan kebangsaan.

Tokoh-tokoh agama di Sumut dan GDKK, kata Pastor Serafin, siap untuk mendukung langkah-langkah yang diambil Menteri Agama dalam melindungi dan memfasilitasi seluruh umat beragama serta melawan faham-faham intoleran di Indonesia.

Sebelumnya, Ketua panitia yang juga tampil sebagai moderator Muhammad Ikhyar Velayati Harahap mengatakan, ngaji kerukunan antar agama ini diadakan untuk merefleksi jejak pengalaman berbangsa dan bernegara, utamanya sejak 2017 – 2020 ketika kelompok-kelompok intoleran melakukan unjuk kekuatan dan negara terkesan diam. Sehingga, terjadi kebingungan di masyarakat untuk berpihak kemana.

M Ikhyar menyampaikan terima kasih atas dukungan Gus Yakut selaku Menteri Agama pada kegiatan ini, dan menyatakan GDKK siap berkordinasi serta bersinergi dengan Kementrian Agama dalam program moderasi dan deradikalisasi agama di tengah masyarakat.

“Keinginan Menteri Agama Gus Yaqut untuk menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi sangat kita dukungan dan harus menjadi pemahaman bersama untuk menghindari agama dimanfaatkan dan dijadikan alat untuk kepentingan politik-politik praktis sesaat,” katanya.(Moj)

Baca Juga