INDONESIA98.COM, JAKARTA – Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay mengingatkan pemerintah mewaspadai defisit BPJS Kesehatan. Pasalnya pada November lalu, BPJS Kesehatan melaporkan ada perkiraan defisit sebesar Rp20 triliun di tahun 2024.
Saleh mengatakan, bila tidak segera diantisipasi, defisit ini akan terus berlanjut pada waktu dan tahun berikutnya. Bahkan, dalam kurun waktu tertentu, tidak tertutup kemungkinan terjadi gagal bayar.
“Waktu itu, Dirut BPJS Kesehatan menyatakan bahwa penyebab utama defisit adalah peningkatan utilisasi layanan kesehatan di rumah sakit. Pasien yang datang ke rumah sakit semakin banyak seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat pada BPJS Kesehatan,” kata Saleh dalam keterangan persnya, Sabtu (11/1).
“Semakin banyak pasien yang datang, maka semakin besar biaya yang harus dibayar ke fasilitas kesehatan. Sementara sumber pemasukan tidak bertambah,” ucap Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.
Belum lagi, lanjut Saleh, para peserta BPJS Kesehatan banyak yang tidak disiplin membayar iuran. “Tentu itu juga akan menjadi beban,” ujarnya.
Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu pun mengingatkan pemerintah untuk segera mencari solusi. Ia mendapat informasi bahwa salah satu solusi yang akan diambil adalah menaikkan iuran para peserta.
Rencananya, hal itu akan mulai dilakukan pada Juli 2025. Namun, Saleh mengingatkan pemerintah untuk tidak buru-buru menerapkan kenaikan iuran.
“Menaikkan iuran ini tentu alternatif kurang populis dan berpotensi menimbulkan gejolak penolakan. Faktanya, dengan iuran yang sekarang saja banyak anggota masyarakat yang tidak sanggup,” katanya.
Sementara itu, program dan agenda Presiden Prabowo Subianto banyak yang berorientasi membantu dan mengurangi beban masyarakat. Ini tidak sejalan dengan kenaikan tarif.
“Untuk mengingatkan saja, saat ini iuran BPJS Kesehatan kelas 1 adalah Rp150.000, kelas 2 Rp100.000, dan kelas 3 Rp42.000. Kalau mau dinaikkan, kira-kira berapa? Lalu, kalau sudah naik, apakah ada jaminan akan terhindar terus dari ancaman defisit,” ucap Saleh.
Karenanya, Saleh berharap para pihak terkait segera melakukan kajian mendalam dan strategis. Guna mencari solusi dan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.
Menurut Saleh, defisit ini sudah pasti terjadi dan mengancam di tahun-tahun mendatang. Karena itu, semakin cepat diantisipasi, maka akan semakin baik.
“Kita mengapresiasi kinerja BPJS Kesehatan. Ada kenaikan jumlah kepesertaan lebih dari 98 persen. Kepercayaan publik juga semakin bagus. Karena itu, jangan sampai pelayanannya turun karena anggaran yang tidak seimbang,” ujar Saleh.




