Trump Usir Zelensky Dari Gedung Putih Setelah Debat Bahas Perang Ukraina – Rusia

Presiden Ukraina Zelensky Terlibat Debat Sengit Dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih (Foto: Istimewa)

INDONESIA98.COM, WASHINGTON – Pertemuan antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dan Presiden Amerika (AS) Serikat, Donald Trump di Gedung Putih, Washington pada Jumat (28/2) berakhir dengan diusirnya Zelensky oleh Trump. Dalam pertemuan itu, Trump didampingi juga oleh Wakil Presiden JD Vance.

Trump dan JD Vance meneriaki Zelensky. Mereka menuduh Zelensky tidak berterima kasih dan tidak menghormati Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

Menurut Trump, Zelensky tidak memiliki apa-apa untuk menghentikan peperangan dengan Rusia, Zelensky baru memiliki sesuatu jika “bergandengan tangan” dengan AS.

“Anda tidak dalam posisi yang baik. Anda tidak memiliki kartu sekarang. Dengan kami, anda baru memiliki kartu,” kata Trump.

“Saya tidak bermain kartu, saya sangat serius, Pak Presiden,” kata Zelensky lagi.

“Anda bermain kartu. Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang, anda mempertaruhkan Perang Dunia III,” kata Trump lagi.

Di depan awak media global, kedua presiden tersebut terlibat dalam perdebatan sengit terkait perang Ukraina-Rusia, yang makin memperburuk hubungan Kyiv dengan sekutu terpentingnya. Demikian dikutip Antara, Sabtu (1/3).

Zelensky sebelumnya datang ke Washington dengan harapan bisa meyakinkan AS untuk tetap mendukung Ukraina dalam melawan agresi Rusia. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Trump yang tersulut emosi, dengan suara keras dan tegas, berkata kepada Zelensky. “Anda harus membuat kesepakatan atau kita keluar. Jika kita keluar, Anda akan bertarung habis-habisan, dan saya rasa itu tidak akan berakhir baik.”

Tak lama setelah itu, Zelensky keluar dari gedung DPR. Trump lalu mengunggah status di media sosial bahwa Zelensky bisa kembali jika siap untuk berdamai. Tak ada kesepakatan apa pun yang ditandatangani dalam pertemuan Zelensky dan Trump. (rp)

Pos terkait