INDONESIA98.COM, JAKARTA – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China semakin tegang. Beijing mengumumkan tarif sebesar 125% terhadap barang-barang AS pada Jumat (11/04). Tarif ini akan mulai berlaku pada Sabtu, 12/4.
Presiden Xi Jinping melakukan manuver signifikan dalam menanggapi perang tarif Presiden Donald Trump. Xi Jinping juga menyerukan Uni Eropa bergabung dengan Beijing menentang kebijakan AS terkait tarif impor.
“Pemberlakuan tarif yang sangat tinggi oleh AS terhadap Tiongkok secara serius melanggar aturan ekonomi dan perdagangan internasional, bertentangan dengan prinsip-prinsip ekonomi dasar dan akal sehat, dan merupakan tindakan intimidasi dan pemaksaan sepihak,” kata Kementerian Keuangan China dikutip dari Reuters, Jumat (11/4).
Ia menyampaikan ini menjadi kali terakhirnya merespons Trump. China menyatakan tak mau lagi merespons jika Trump kembali menaikkan tarif untuk barang-barang asal China yang masuk ke AS.
“Jika AS terus memainkan permainan angka dengan tarif, China tidak akan menanggapi,” ujarnya.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa ia masih berharap untuk mendapatkan kesepakatan dengan Beijing, dengan mengatakan bahwa kesepakatan itu akan “berakhir dengan hasil yang sangat baik bagi kedua negara”. (au)









