INDONESIA98.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo mengundang Pandawara Group, yang terdiri atas lima pemuda asal Bandung (Agung Permana, Gilang Rahma, Muhammad Ihsan Kamil, Rafla Pasya, dan Rifki Sa’dulah) ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa, (11/3) untuk berdiskusi membahas persoalan sampah.
“Beliau juga mengapresiasi apa yang sudah kami lakukan, terhadap semua langkah kecil yang sudah kami lakukan. Jadi harapannya mungkin ini bisa jadi motivasi tambahan untuk kami untuk terus bisa mengabdi pada negara ataupun republik ini, terutama di bidang persampahan,” ujar Gilang Rahma, anggota Pandawara Group, saat ditemui selepas pertemuan mereka dengan Presiden.
Gilang, saat jumpa pers bersama anggota Pandawara lainnya, melanjutkan bahwa masalah mendasar yang sering kali mereka hadapi ialah pengurusan izin.
“Itu salah satu di antaranya. Itu yang paling basic (mendasar), masalah perizinan, karena setiap sampah yang kami angkut dari sungai itu kuantitinya (jumlahnya) banyak. Jadi, kami harus kirim dengan surat izin,” kata Gilang menjawab pertanyaan wartawan.
Dalam pertemuannya dengan Presiden, Pandawara juga meminta secara langsung dukungan pemerintah terhadap setiap acara aksi bersih-bersih sungai ataupun pesisir yang mereka lakukan bersama masyarakat.
“Kami sedikit menceritakan apa yang kami alami di lapangan. Jadi, beliau juga mengapresiasi apa yang sudah kami lakukan terhadap semua langkah kecil yang sudah kami lakukan,” kata Gilang.
Presiden dalam pertemuan yang sama juga sempat menyaksikan beberapa video aksi Pandawara Group membersihkan sungai dari tumpukan sampah.
Pandawara Group, yang kemudian populer karena video-video aksinya membersihkan sampah, sejauh ini telah membersihkan lebih dari 80 titik daerah aliran sungai dan pesisir pantai di Pulau Jawa dan Lampung. (au)









