Warga Gaza Alami Krisis Air di Bulan Ramadan

Warga Gaza Kesulitan Dapatkan Air Bersih di Bulan Ramadan (Foto: Istimewa)

INDONESIA98, GAZA – Krisis air di Jalur Gaza semakin memburuk selama bulan Ramadan 2025, memaksa warga Palestina menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk beribadah dan kehidupan sehari-hari.

Pejabat UNICEF di Gaza, Rosalia Poulin seperti dikutip Antara, Rabu (12/3) melaporkan bahwa 600.000 penduduk Gaza sempat mendapatkan kembali air minum pada November 2024, tetapi kemudian tidak bisa lagi.

Bacaan Lainnya

Krisis ini semakin parah karena pabrik-pabrik desalinasi di Gaza tidak dapat beroperasi optimal akibat kekurangan bahan bakar dan suku cadang, yang diperlukan untuk memelihara peralatan desalinasi dan mengangkut truk air.

Selama Ramadan, kebutuhan air meningkat untuk berpuasa dan menyiapkan hidangan berbuka serta sahur. Namun, waktu operasional pabrik desalinasi yang lebih singkat dan jumlah truk tangki air yang berkurang membuat warga semakin kesulitan mendapatkan air bersih.

Blokade yang diperketat oleh Israel telah mengakibatkan pasokan makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan air bersih nyaris terputus. Hingga Maret 2025, lebih dari 2 juta warga Gaza menghadapi kelaparan akut, dengan harga bahan pokok melonjak drastis dan sumber air bersih tercemar, memperburuk krisis kesehatan masyarakat.

Warga Gaza berusaha mengatasi situasi ini dengan berbagai cara. Beberapa di antaranya harus menunggu truk tangki air yang kedatangannya tidak menentu, sementara yang lain terpaksa menggunakan air yang tidak sepenuhnya aman untuk diminum. (rp)

Pos terkait