INDONESIA98.COM, GAZA – Tim penyelamat Palestina melaporkan 120 orang tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Kamis (15/5). Serangan itu terjadi sejak Kamis pagi hingga hari ini.
Rekaman AFPTV, Jumat (16/5) yang diambil setelah serangan menghantam area Deir al-Balah di Jalur Gaza bagian tengah, menunjukkan bangunan-bangunan rata dengan tanah dan tumpukan puing beton di mana-mana.
Serangan terbaru ini merupakan bagian dari operasi militer Israel yang kembali digencarkan sejak 18 Maret 2025, setelah sebelumnya gencatan senjata sempat menghentikan pertempuran sejak Januari.
Selama berminggu-minggu, badan-badan PBB telah memperingatkan semua stok mulai dari makanan, air bersih, bahan bakar, hingga obat-obatan mencapai titik terendah.
WHO mengatakan rumah sakit kanker dan jantung telah berhenti beroperasi sejak serangan pada Kamis. Rumah sakit itu rusak parah dan tidak bisa diakses.
Sebelumnya, Israel menghentikan semua bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak 2 Maret, dengan alasan untuk menekan Hamas agar membebaskan sandera yang ditahan sejak serangan pada Oktober 2023.
Namun, Hamas menolak tekanan tersebut. Pejabat senior Hamas, Basem Naim, menyatakan bahwa bantuan seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan adalah hak dasar yang tidak seharusnya dijadikan bahan tawar-menawar.
“Akses terhadap kebutuhan dasar adalah hak asasi manusia, bukan subjek negosiasi,” tegasnya, sebagaimana ditulis oleh AFP. (au)









