Kompolnas Pertanyakan Lambatnya Penetapan Tersangka Penembakan Polisi di Lampung

Komisioner Kompolnas Choirul Anam Melakukan Investigasi Kasus Penembakan Polisi di Way Kanan (Foto: Dok.Humas Polda Lampung)

INDONESIA98.COM, JAKARTA – Kasus penembakan tiga personel kepolisian saat penggrebekan lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Mukti, Way Kanan, Lampung belum menemui titik terang. Oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengakui menembak polisi belum ditetapkan jadi tersangka.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohammad Choirul Anam  mempertanyakan hasil investigasi bersama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri.

Bacaan Lainnya

Menurut Anam, kasus tersebut terlalu bertele-tele sehingga memakan waktu yang lama untuk meningkatkan status tersangka terhadap pelaku penembakan.

“Kasus ini sebenarnya sederhana. Saksinya ada, buktinya ada, alat yang dipakai untuk membunuh ada, rekam jejak digital juga ada. Jadi, saya nggak tahu apa yang menjadi kendala untuk menetapkan tersangka,” kata Anam saat dihubungi, Senin (24/3/).

Alih-alih menetapkan pelaku penembakan yang merupakan dua anggota aktif militer, TNI di Kodam II Sriwijaya, kata Anam, sepertinya malah mengulur-ulur waktu dengan menyampaikan suatu narasi yang keluar dari konteks utama kasus yang terjadi.

“Yang saya tahu, ini malah sepertinya dialihkan, dari isu penembakan menjadi isu soal peredaran duit (setoran). Ini yang menurut saya menjadi hambatan,” kata Anam.

Karena itu, Anam meminta investigasi gabungan TNI-Polri, mengembalikan fokus pengusutan, dengan penuntasan proses hukum atas kasus penembakan hingga tewas tiga personel kepolisian. Anam meminta tersangka segera diumumkan.

“Ayolah, mari kita fokuskan pada kasus penembakan ini terlebih dahulu,” kata Anam.

Menurut Kompolnas, kata Anam, muncuatnya isu soal setoran dan bagi-bagi uang seperti ingin ‘membungkus’ soal kasus pokok penembakan hingga tewas tersebut. Ataupun, seperti ingin menyampaikan kesan pemakluman atas aksi brutal dua serdadu pemilik lokasi perjudian sabung ayam tersebut.

“Ayo kita fokus pada penegakan ini. Dan ini tantangan tim joint investigation ini. Masak sudah satu minggu, tapi belum ada tersangka. Padahal faktanya jelas, unsurnya jelas, peristiwanya jelas, saksinya jelas. Lalu ada apa masalahnya? Ayo kita fokus kembali ke soal penembakan ini, jangan sampai kredibilitas penegakan hukum kita ini, hanya untuk menetapkan tersangka saja disangsikan oleh seluruh masyarakat,” ujar Anam.

Kompolnas pun sudah melakukan investigasi dengan mendatangi langsung lokasi kejadian. Dari hasil penelusuran tim Kompolnas, kasus penembakan hingga tewas tiga anggota kepolisian saat penggrebekan lokasi perjudian sabung ayam tersebut mudah mengidentifikasi siapa pelakunya.

Temuan Kompolnas, kata Anam, tak menemukan adanya korelasi antara peristiwa penembakan tersebut, dengan pengakuan dua pelaku penembakan, Kopka Basasryah dan Peltu Lubis tentang adanya setoran, dan bagi-bagi uang hasil perjudian sabung ayam itu.

“Itu (setoran) hanya upaya misleading saya kira dari pelaku penembakan itu. Kalau ada soal-soal duit itu dan sebagainya, seperti disampaikan Kapolda, komitmen kepolisian untuk tetap menindak tegas,” ujar dia. (au)

Pos terkait