INDONESIA98.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah sempat menembus angka Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar asing atau non-deliverable forward (NDF) selama lebaran. Faktor global termasuk pemberlakuan tarif impor AS dianggap jadi salah satu pemicunya.
Dilansir dari Refinitiv, pada hari ini, Minggu (6/4) pukul 08:10 WIB, nilai tukar mata uang rupiah telah mencapai Rp 17.059 per dolar AS atau merupakan posisi terendah sepanjang sejarah.
Nilai tukar rupiah di pasar NDF jauh lebih lemah dibandingkan pada penutupan perdagangan reguler terakhir sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3) rupiah berada pada posisi Rp 16.555 per dolar atau menguat 0,12%. Artinya rupiah tampak berpotensi melemah sangat signifikan di pekan depan.
Untuk diketahui, NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.
Sejak Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan tarif impor atau reciprocal tariffs terhadap banyak negara di dunia, kurs juga terpengaruh. Karena dampaknya tak hanya bagi Cina, Eropa, Kanada dan Meksiko, tapi hampir semua negara. Termasuk produk asal Indonesia yang oleh AS dikenakan bea impor sebesar 32 persen. (au)






