Rusia Akhiri Perang Jika Ukraina Akui Kedaulatan Krimea dan Tidak Bergabung Dengan NATO

perang rusia - ukraina telah memasuki hari ke 1.155 (foto: istimewa)

INDONESIA98.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin telah menawarkan untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina di garis depan saat ini. Hal ini dilaporkan laman Financial Times sebagaimana dikutip AFP, Rabu (23/4).

Update ini terkait komitmen Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berusaha memenuhi janjinya untuk mengakhiri konflik selama tiga tahun tersebut.

Bacaan Lainnya

Pemimpin Rusia tersebut mengindikasikan bahwa ia bersedia menarik klaim Moskow atas sebagian wilayah Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Keempat wilayah tersebut merupakan wilayah Ukraina yang kini diduduki Rusia.

Sebagai balasannya, AS mungkin akan menyetujui tuntutan utama Rusia lainnya, termasuk mengakui kedaulatannya atas semenanjung Krimea, yang dianeksasi pada tahun 2014, dan melarang Ukraina bergabung dengan NATO sebut laporan The Washington Post, Selasa (22/4).

Proposal yang disampaikan pihak AS kepada pejabat Ukraina dalam sebuah rapat di Paris tersebut mencakup pengakuan kedaulatan Rusia terhadap Krimea dan pencabutan secara gradual sanksi terhadap Moskow.

Sebagai timbal balik, Rusia akan menghentikan pertempuran dan setuju menghentikan pergerakan militer di garis depan peperangan. (au)

Pos terkait